Wabup Purworejo Serahkan Bantuan Kambing untuk Gapoktan

    


Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, menyerahkan bantuan kambing untuk Gabungan Kelompk Tani 'Dadi Makmur' Desa Jogoresan, Purwodadi, Jum'at (11/09/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, menyerahkan bantuan kambing untuk Gabungan Kelompk Tani ‘Dadi Makmur’ Desa Jogoresan, Purwodadi, Jum’at (11/09/2020).

Bantuan kambing tersebut, dari Kementerian Pertanian RI, dan merupakan program kegiatan pertanian keluarga yang dilaksanakan bergulir untuk pemerataan keluarga petani.

“Pemberian bantuan menjadi fokus untuk pengentasan kemiskinan terutama pada desa merah yang tercatat sebagai desa miskin, seperti halnya di Desa Jogoresan ini,” jelas Yuli Hastuti, dalam kesempatan tersebut.

Wabup berharap, dengan bantuan tersebut desa merah akan naik status menjadi desa mandiri.

Awalnya, menurut Wabup, angka kemiskinan di Purworejo mencapai 14 persen. Namun selama masa kepemimpinannya, angka kemiskinan bisa turun menjadi 10 persen.

Yuli Hastuti berharap, bantuan Rp. 200 juta dari Kementan RI supaya dapat bermanfaat dan bisa mengentaskan Desa Jogresan menuju desa mandiri.

“Bantuan-bantuan yang sudah diterima supaya dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Apalagi bantuan berupa hewan harus diopeni yang betul. Kalau sakit segera konsultasi dengan petugas sehingga bisa diobati dan bisa terus berkembang beranak,” pesan Wabup.

Terpisah, Kepala Dinas PPKP, Wasit Diono menjelaskan, program pertanian keluarga adalah untuk tercapainya individu dan masyarakat dapat hidup sehat aktif dan produktif serta bekelanjutan.

“Tujuannya untuk meningatkan ketersediaan keterjangkauan dan pemanfaatan pangan keluarga petani yang sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang. Mengentaskan wilayah rentan rawan pangan, dan menguatkan wilayah tahan pangan. Juga meningkatkan pendapatan keluarga petani” ungkap Wasit Diono.

Wasit menguraikan, untuk bantuan sebesar Rp 200 juta berasal dari sumber dekonsentrasi Badan Ketahanan Pangan Kementan RI, antara lain Rp 106 juta berupa kambing 18 ekor dan domba 35 ekor.

Lalu, kata Wasit Diono, Rp 30.528.000 untuk pengembangan tanaman cabai besar seluas 7,8 hektar dengan melibatkan 47 petani yang diberupakan bibit, pupuk, dan insektisida. Selanjutnya Rp 25 juta untuk pengembangan tanaman melon seluas 4,17 hektar dengan melibatkan 25 petani.

“Serta Rp 3.060.000 untuk pengembangan tanaman pisang ambon sebanyak 204 batang dengan luas 0,25 hektar,” pungkas Wasit Diono. (Jon)