Wabup Purworejo Serahkan Bantuan Beras Bagi 147 Warga Miskin

    


Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyerahkan bantuan berupa beras kepada warga terdampak Covid-19 yang masuk dalam desa miskin di wilayah Kecamatan Bagelen, Kamis (23/07/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyerahkan bantuan berupa beras kepada warga terdampak Covid-19 yang masuk dalam desa miskin di wilayah Kecamatan Bagelen, yakni, Desa Dadirejo, Somorejo, Soko Agung, dan Desa Durensari.

Penyerahan yang dilakukan di masing-masing balai desa tersebut, berlangsung pada Kamis (23/07/2020). Masing-masing menerima 10 kilogram beras yang merupakan beras cadangan pangan Pemkab Purworejo.

Wabup yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Wasit Diono, Camat Bagalen Bambang Setyo Budoto dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa bantuan tersebut diberikan bagi rumah tangga miskin dan warga yang terkena bencana alam atau keadaan darurat.

“Bantuan ini diharapkan bisa untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga yang mengalami krisis pangan dan kemiskinan, agar jangan sampai ada warga masyarakat Purworejo yang mengalami kelaparan,” ujar Yuli Hastuti.

Dikatakan pula, dengan banyaknya warga masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, maka bantuan diupayakan bisa merata dan tidak tumpang tindih. Pemkab juga berusaha agar bantuan juga diterima oleh warga masyarakat yang belum tersentuh bantuan lainnya.

“Untuk itu, saya sampaikan terimakasih kepada tim dari DPPKP yang telah melakukan verifikasi agar tidak terjadi duplikasi bantuan,” tutur Yuli Hastuti

Sementara itu Wasit Diono menjelaskan, total bantuan beras untuk Kecamatan Bagelen sebanyak 1.470 kg yang diserahkan kepada 147 orang, dengan perincian, 37 orang Desa Somorejo,
38 orang Desa Dadirejo, 32 orang Desa Durensari dan 40 orang Desa Sokoagung.

“Tujuan bantuan, untuk meningkatkan penyediaan pangan bagi masyarakat yang terkena rawan pangan dan kemiskinan. Sasarannya, selain warga miskin juga termasuk dari desa yang mengalami rawan pangan atau krisis pangan,” jelas Wasit Diono. (Jon)