Wabup Purworejo Hadiri Selametan Wiwitan Panen Desa Karangrejo

    


Wabup Purworejo Yuli Hastuti, ikut memanen padi dalam acara Selametan Selametan Wiwitan Panen di Desa Karangrejo, Loano, Rabu (03/03/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Wabup Purworejo Yuli Hastuti, didampingi Kepala Dinas PPKP Wasit Diono, Camat Loano Laksana Sakti, jajaran Forkopimcam Loano dan instansi terkait lainnya, Rabu (03/03/2021), menghadiri Selametan Wiwitan Panen di Desa Karangrejo, Loano.

Tradisi yang sudah berlangsung secara turun temurun ini, dilaksanakan oleh Pemdes Karangrejo, bersama Gapoktan Catur Manunggal Desa Karangrejo.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup berkenan ikut memanen padi milik warga. Wabup juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para petani Desa Karangrejo, walaupun terdapat berbagai halangan dan kesulitan, namun tetap mau menanam padi.

“Tradisi wiwitan panen ini juga menjadi salah satu wujud rasa syukur kita,” kata Wabup, di sela-sela kegiatan.

Dijelaskan oleh Wabup, lahan persawahan di Kabupaten Purworejo sudah mulai memasuki masa panen pada bulan Maret ini, bahkan ada yang sudah selesai panen.

Kepada masyarakat Desa Karangrejo, Wabup memberikan apresiasi. Karena di zaman modern seperti sekarang ini masih tetap konsisten dengan tetap menjaga kearifan lokal dan nguri-uri kebudayaan leluhur yang sudah ada, dengan mengadakan tradisi wiwitan.

Ketua Gapoktan Catur Manunggal Hariyono menjelaskan, luas lahan pertanian di Karangrejo kurang lebih 4 hektar, dengan hasil panen mencapai kisaran 32 ton.

Berbagai cara telah dilakukan gapoktan ini untuk mencapai hasil optimal dan memudahkan petani. Diantaranya menginisisasi kebun benih, dengan tujuan agar petani yang akan menanam padi tidak kesulitan mencari benih padi, karena benih padi telah tersedia.

“Kita ingin memberikan contoh bagaimana sebenarnya berbudidaya, dengan pola tanam sesuai anjuran pemerintah. Maka pada saat masa olah sudah kita lakukan sesuai dengan pola maupun waktu,” kata Hariyono.

Kepala Desa Karangrejo, Patnani juga menjelaskan, acara wiwitan panen merupakan tradisi peninggalan leluhur yang perlu dijaga.

“Kita juga akan berupaya semaksimal mungkin menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen, tentu dengan pendampingan dari penyuluh dan itu akan berjalan beriringan dengan kita tetap menjaga tradisi leluhur kita,” pungkas Patnani. (Jon)