Vita Ervina Serahkan Bantuan Benih Padi pada Petani Terdampak Bencana di Purworejo

    


Vita Ervina, SE, MBA, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, saat menyerahkan bantuan benih padi pada petani terdampak bencana di Purworejo, Jum'at (27/06/2022), yang diterima tiga perwakilan kelompok tani - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Vita Ervina, SE, MBA, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, menyerahkan bantuan benih padi pada petani terdampak bencana di Purworejo, Jum’at (27/06/2022), yang diterima tiga perwakilan kelompok tani.

Acara penyerahan bantuan benih padi tersebut, dilakukan di sela-sela kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Produktivitas Padi dengan Mengintensifkan Pengendalian Hama dan Penyakit, di Ganesha Convention Hall, yang dibuka oleh Vita Ervina, dan diikuti 80 peserta terdiri dari para penyuluh pertanian dan para petani dari berbagai wilayah di Purworejo.

Dalam kesempatan tersebut, Vita Ervina menyampaikan, kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) tersebut merupakan sinergi antara dirinya sebagai Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jateng VI (Purworejo, Magelang Raya, Temanggung dan Wonosobo) bersama dengan mitra kami Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan.

“Kami bersinergi dan berkomitmen dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Vita.

Disebutkan, bahwa Purworejo merupakan salah satu sentra komoditas tanaman pangan yaitu padi terbesar di Jawa tengah. Namun akibat perubahan musim yang tidak menentu pada akhir-akhir ini sering kali menyebabkan munculnya hama dan penyakit pada tanaman padi.

Menurut Vita, kegiatan Bimtek menjadi salah satu strategi program aksi dukungan Pemerintah bersama Komisi IV kepada masyarakat di sektor Pertanian dalam upaya “Membangun Indonesia Tangguh melalui pembangunan pertanian khususnya melalui sektor komoditas tanaman pangan”.

Pemerintah, kata Vita, juga terus menerus memberikan dukungan program bantuan yang langsung menyentuh dan berpihak kepada petani, mulai dari sisi hulu, pendampingan budidaya, seperti penyediaan benih unggul, pengembangan sumber daya petani, pengendalian hama dan penyakit, sampai dengan perumusan kebijakan di sektor hilirnya.

“Semua program ini diberikan sebagai modal awal dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan di Indonesia,” kata Vita.

Tanaman pangan, ungkap Vita, menjadi salah salah satu bidang yang terdampak akibat perubahan iklim, munculnya hama dan penyakit baru. Perubahan siklus tanam, ketersediaan air akibat kemarau panjang, merupakan beberapa dampak yang ditimbulkan karena faktor tersebut.

“Langkah antisipasi dalam menghadapi hama dan penyakit pada tanaman padi sebagai salah satu dampak perubahan iklim menjadi fokus materi pada hari ini. Hal ini diperlukan transfer pengetahuan bagaimana kedepannya petani mampu menghadapi hama dan penyakit tanaman yang sewaktu-waktu akan muncul,” kata Vita.

Dalam Bimtek tersebut, selain Vita, juga dihadiri oleh Ir. Warjito, MSi, Kepala BBPPMBTPH (Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura), Ir. Eko Anang SW, MMA, Kabid Sarana dan Penyuluhan Pertanian DKPP Kabupaten Purworejo,

Bimtek menghadirkan dua narasumber, Prof.Ir.Y. Andi Triyono, MSc, PhD, Guru Besar UGM, dengan materi tentang Deteksi Dini Pengendalian OPT untuk Mencegah Kehilangan Hasil Padi dan Andreas Tuwoyo, SP, praktisi pertanian dengan materi Strategi Pengendalian OPT Utama pada Tanaman Padi. (Jon)