Viral Gadis 13 Tahun Hilang, Ternyata Kabur dan Nikah Siri

    


Kasatreskrim Polres Purworejo AKP Haryo Seto Liestyawan, dengan Bs, tersangka persetubuhan anak dibawah umur - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Teka-teki hilangnya Bunga (13), nama samaran, warga sebuah desa di Ngombol yang masih duduk di kelas 1 SMP, dan sempat viral di dunia maya, akhirnya terjawab sudah.

Satreskrim Polres Purworejo akhirnya berhasil mengamankan Bs (39), warga Dayakan Sanggrahan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, yang diduga kuat telah membawa kabur Bunga (13) selama 24 hari.

Selama tinggal serumah, keduanya telah melakukan pernikahan secara siri, dan melakukan hubungan suami istri.

Terungkapnya kasus ini, bermula dari menghilangnya Bunga dari rumah, sejak Sabtu (9/2). Hal ini menjadikan orangtua Bunga menjadi bingung. Setelah sempat minta bantuan beberapa paranormal, akhirnya orangtua Bunga melaporkan kasus ini ke polisi.

“Dari sinilah, kita melakukan serangkaian penyelidikan, hingga akhirnya berhasil menemukan korban di rumah tersangka pada Senin (4/3). Dan tersangka langsung kita amankan saat itu juga,” jelas Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, melalui Kasatreskrim AKP Haryo Seto Liestyawan, Kamis (14/3/2019).

Dari hasil pemeriksaan, akhirnya terungkap, kalau perkenalan korban dengan tersangka, melalui aplikasi KEPO (cari jodoh). Dari situlah, selanjutnya keduanya sering chatting, dan akhirnya semakin dekat.

Dijelaskan oleh Haryo Seto, korban dijemput oleh tersangka pada Sabtu (9/2) siang, di sekolahnya, sebuah SMP di Ngombol. Selanjutnya, korban diajak ke rumah tersangka di Dayakan Sanggrahan, Purwomartani, Kalasan, Sleman.

“Di rumah tersebut, korban disetubuhi tersangka berkali-kali, dengan janji akan dinikahi. Dan Senin (11/9), keduanya menikah secara siri, dengan dihadiri keluarga tersangka,” terang Haryo Seto, yang didampingi Kasubbag Humas Iptu Siti Komariah.

Dari kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain, 1 buah Hand Phone merk Samsung DUOS warna hitam, 1 buah baju hem warna abu-abu, 1 buah kaos dalam warna biru, 1buah celana dalam warna pink, 1 buah celana panjang warna hitam, 1 buah kerudung warna coklat,1 buah baju seragam pramuka warna coklat, 1 buah rok panjang seragam pramuka, serta 1 buah Hand Phone merk MITO pink.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 81 UURI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UURI No 23 tahun 2002 ttg perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Untuk para orang tua, agar mengawasi pergaulan putra putrinya,” pungkas Haryo Seto berpesan. (Jon)