Video Adegan Ranjang Dijual di Telegram, Pasutri Asal Bali Diciduk Tim Siber

    


Pemeran pria video porno ditangkap Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali, Rabu, 10 Agustus 2022 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pasangan suami istri yang menjadi pemeran video porno dan menjualnya grup Telegram diciduk Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali.

Pasutri tersebut berinisial GGG (pria) dan Kadek DKS (wanita). Sebelum dijual ke Telegram, mereka memposting video durasi pendek ke twitter. Disitu, pelaku membubuhkan link yang terkoneksi langsung ke grup Telegram.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto menjelaskan, awalnya pasutri tersebut membuat video porno untuk memenuhi fantasi seksual saja.

“Untuk bisa mengakses video di Telegram, ada bayaran Rp 200.000 ke admin grup. Sampai saat ini, tersangka sudah mendapatkan keuntungan Rp 50 juta,” kata Satake Bayu, Rabu, 10 Agustus 2022.

Dalam video porno itu, Bayu menjelaskan, pelaku bukan hanya memproduksi video hubungan badan dengan istrinya sendiri. Tapi juga video three some dan four some.

“Jadi ada yang dua laki dan dua perempuan, ada juga tiga laki dan satu perempuan. Ada tiga akun yang kita dapatkan melalui patroli siber,” jelasnya.

Dikatakan lagi, video porno pribadi yang dijual ke grup komunitas itu dilakukan atas ide si suami yang mendapat persetuan dari pihak istri. Polisi saat ini telah memblokir akun telegram ‘Open Group Exclusive Telegram’.

Satake Bayu menjelaskan, kasus itu berhasil diungkap setelah polisi melakukan patroli siber di dunia maya. Petugas menyamar dengan melakukan pembelian terselubung untuk bisa mengakses grup komunitas berbagi video porno itu.

Dalam keterangannya kepada polisi, pelaku mengakui video yang ada di akun twitter dan Telegram itu adalah milik tersangka.

“Video yang ada di akun twitter dan grup telegram tersebut adalah video dari mereka berdua yang diposting oleh tersangka GGG atas persetujuan Kadek DKS,” jelasnya.

Kedua tersangka mulai memproduksi video porno tahun 2019. Kemudian, di akhir 2020 tersangka membuat grup Telegram yang digunakan untuk memposting video porno mereka berdua. (Way)