Vaksinasi Tahap Pertama untuk Pekerja Pariwisata di Bali Dimulai

    


Vaksinasi tahap pertama untuk pekerja pariwisata di Bali menyasar 5.000 pekerja - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Vaksinasi tahap pertama untuk pekerja pariwisata di Bali menyasar 5.000 pekerja. Selain pekerja pariwisata, vaksinasi juga menyasar pekerja transportasi publik dan mitra pengemudi transportasi online.

Vaksinasi hari pertama berlangsung pada Sabtu, 27 Februari 2021 dan digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Badung. Diagendakan 5.000 vaksin itu akan selesai dalam waktu 5 hari.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan pemberian vaksin bagi pelaku pariwisata penting untuk mengatasi pandemi dan mempercepat pulihnya pariwisata Bali.

“Hari ini sangat bersejarah dimana vaksinasi bagi pelaku pariwisata telah dilakukan,” kata Cok Ace di Nusa Dua, Sabtu, 27 Februari 2021.

Vaksinasi tahap pertama untuk pekerja pariwisata itu dipantau oleh Menparekraf Sandiaga Uno. Sandiaga mengapresiasi kepada seluruh pihak berdedikasi dalam kegiatan vaksinasi.

Ia berharap, kegiatan vaksinasi untuk pelaku pariwisata akan memberikan kepercayaan bagi dunia International terhadap Bali. Pemerintah, kata Sandiaga, juga mendorong penerapan free covid corridor untuk wisatawan asing masuk ke Bali.

“Kita lihat tadi antusiasme pelaku pariwisata untuk vaksin sangat tinggi, ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk segera mengatasi pandemi,” jelas Sandiaga.

Dalam vaksinasi itu, peserta mendapatkan surat keterangan sebagai bukti telah menerima vaksin covid-19.

Bersama dengan vaksinasi covid-19 untuk pekerja pariwisata, Bali juga menyiapkan layanan vaksinasi covid-19 secara drive thru. Layanan vaksinasi drive thru di Bali menjadi layanan pertama di Asia Tenggara.

Layanan itu merupakan kerja bareng Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Grab dan Good Doctor. Vaksinasi covid drive thru dibawah pengawasan Kementrian Kesehatan.

“Rencananya akan diluncurkan secara resmi pada Minggu besok (28/2/2021) oleh Menteri Kesehatan,” kata Sandiaga. (Way)