Vaksinasi Masif Beri Kontribusi Pemulihan Ekonomi Bali

    


Tim Polsek Tembuku, Polres Bangli memberikan imbauan protokol kesehatan dalam kegiatan vaksinasi di Desa Peninjoan, Kabupaten Bangli - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Vaksinasi terus digencarkan secara masif di masyarakat. Percepatan kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat menjadi prioritas utama di Provinsi Bali. Kerja gotong royong itu dilakukan oleh Polsek Tembuku, Kabupaten Bangli, Rabu (3/11/2021).

Kapolsek Tembuku AKP I Putu Gede Ardana menjelaskan, anggotanya melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan melakukan pengamanan proses vaksinasi. Sasarannya adalah warga masyarakat di Banjar Peninjoan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Desa Peninjoan dan Banjar Adat Peninjoan yang telah memfasilitasi kegiatan sehingga dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” kata Gede Ardana.

Seperti halnya proses vaksinasi pada umumnya. Tahapan yang dilakukan antara lain, pendaftaran, kemudian dilanjutkan dengan skrining kesehatan. Lalu, dilakukan penyuntikan vaksin sinovac. Serta terakhir, observasi kepada penerima vaksin selama 30 menit sebelum diperbolehkan meninggalkan tempat vaksinasi.

Wakapolsek Tembuku IPTU I Made Bawa mengatakan, vaksinator yang diterjunkan merupakan tenaga kesehatan Presisi Polri Polres Bangli, yang bekerjasama dengan tim Kesehatan TNI dari Kodim 1626 Bangli.

“Kamu disini memberikan himbauan kamtibmas agar pelaksanaan vaksinasi sesuai protokol kesehatan dan masyarakat tertib mengikuti proses vaksinasi sampai selesai,” jelas Made Bawa.

Dalam pelaksanaannya, tim Polres Bangli memberikan imbauan agar peserta vaksinasi senantiasa mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Hal ini dilakukan guna menciptakan perasaan aman dan nyaman di tengah masyarakat, serta demi memutus mata rantai Covid-19,” ujar Made Bawa.

Sementara, upaya vaksinasi yang dilakukan secara luas di masyarakat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Mengingat, penurunan level PPKM di Bali ke tingkat lebih rendah, level 2,membuat aktifitas kegiatan masyarakat lebih dilonggarkan.

Data dari Bank Indonesia juga menyebutkan, tingkat inflasi di Provinsi Bali masih stabil dan rendah dengan capaian per Oktober 2021 sebesar -0,19% (mtm) atau 1,45% (yoy).

“Bank Indonesia menilai inflasi Bali sampai dengan akhir tahun cenderung rendah dan stabil,” kata kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. (Wahyu Siswadi/Kode: Way)