Usai Gantung Sarung, Mantan Petinju Nasional ini Tekuni Bisnis Kuliner

    


Sugianto, mantan petinju nasional yang kini jadi pengusaha ruma makan padang - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pada tahun 2000-an, nama Sugianto, atau The Giant Wasiat dikenal sebagai petinju nasional kelas Bantam. Dia merupakan petinju peringkat 8 kelas Bantam versi ATI (Asosiasi Tinju Indonesia). Berbagai kejuaraan tinju profesional pernah dia ikuti.

Tahun 2007, Sugianto memutuskan untuk gantung sarung. Dia yang selama ini berkarier tinju di Jakarta, pulang kampung bersama istrinya, Leni Marlina.

Purworejo, kota kelahirannya menjadi pilihan Sugianto.

Lama tak ada kabar, kini Sugianto sudah alih profesi. Mantan petinju nasional ini kini jadi pengusaha rumah makan padang bernama Uni Leni. Sugianto sadar, kalau tak selamanya dia bisa hidup dari bertinju.

“Lumayanlah hasilnya. Yang pasti, ada penghasilan tetap tiap bulannya,” ujar Sugianto merendah, ketika ditanya perkembangan bisnisnya.

Antara tinju dan dunia kuliner, memang jauh berbeda. Namun berkat tangan dingin sang istri yang asli Padang itu, rumah makan padang milik Sugianto terus berkembang.

Dari yang dulunya cuma satu, di jalan Brigjend Katamso, Pangenrejo, sebelah utara RS PKU Muhamadiyah, sekarang sudah buka cabang di Boro dan Pendowo. Omset perbulan dari usahanya itu mencapai puluhan juta rupiah.

“Menu andalan kami, rendang, kikil dan cincang. Semua hasil masakan sendiri ” kata Sugianto, yang memiliki 6 karyawan ini.

Meski kini sudah pensiun dari tinju, namun jiwa dan semangat Sugianto masih bergelora. Ayah 3 anak ini berharap, dari ketiga buah hatinya itu ada yang menuruni bakatnya sebagai petinju. Dan bakat itu sudah mulai terlihat pada putri keduanya, Sahratu Natasha (10), yang mendapat bimbingan langsung dari sang ayah.

“Harapannya bisnis rumah makan ini bisa terus berkembang dan memiliki banyak cabang,” pungkas Sugianto.
 
 
Jon