Upaya Bali Memutus Penyebaran Covid-19

    


Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati memberikan keterangan kepada media di Bali terkait kondisi terkini Bali terserang wabah virus corona covid-19, Senin, 16 Maret 2020 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Satuan Tugas Penanggulangan Corona Virus Disease (covid-19) di Bali terus bekerja untuk memutus penularan wabah asal Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Tugas Satgas yang diketuai oleh Sekda meliputi, Satgas Kesehatan, Satgas Area dan Transportasi Publik, Satgas Area Institusi Pendidikan, Satgas Komunikasi Publik, dan Satgas Pintu Masuk Indonesia. Selama dua pekan, setiap temuan dan perkembangan terkait covid-19 di Bali akan dilaporkan ke publik melalui konferensi pers.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) total sebanyak 73 orang. Mereka dirawat dalam ruang isolasi dengan pengawasan penuh. Hasil uji lab yang sudah keluar 54 orang dan dinyatakan negatif covid-19.

“Yang sedang menunggu hasil lab 19 pasien. Astungkara belum ada positif lagi kecuali satu itu (WNA meninggal dunia), orang lokal tak ada yang kena,” jelas Koster di rumah Jabatan Gubernur Jaya Sabha, Senin, 16 Maret 2020.

Dalam masa Siaga Darurat, Gubernur mengambil langkah agar masyarakat melakukan Social Distancing Measure yakni, menjaga jarak antar warga, mengurangi perjumpaan, menghindari kontak fisik, menjauhi tempat-tempat berkumpulnya orang banyak dan tidak bepergian ke luar kota/ pulang kampung.

“Terkait kegiatan keagamaan sebisanya dilakukan di rumah saja dan diupayakan tidak mengumpulkan orang banyak,” jelas Gubernur.

Kebijakan itu juga mengatur kegiatan belajar-mengajar. Tidak melakukan pembelajaran secara konvensional, menurut Koster, bukan berarti libur. Namun semata-mata untuk kebaikan bersama dan menghindari interaksi dengan orang banyak.

Sebagai gantinya, aktifitas belajar mengajar dilakukan secara daring (online) mulai 16 Maret 2020 hingga 30 Maret 2020.

“Orang tua mengingatkan anak-anak supaya tidak bepergian,” jelasnya.

Sedangkan untuk ASN bisa dari rumah dengan menggunakan interaksi dalam jaringan (daring). Untuk kegiatan pemerintahan yang melibatkan banyak orang seperti rapat, seminar, pelatihan, maupun bimtek, Gubernur meminta ditunda sampai 30 Maret 2020.

Pemprov Bali juga menyediakan layanan hotline di nomer 0361-251177 dan whatsapp 0857-9224-0799 untuk masyarakat yang mengalami gejala menyerupai covid-19. (Way)