Upaya Bali di Tengah Pembatalan 40 Ribu Kunjungan Senilai Rp 1 Trilyun

    


Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati bersama Menparekraf Wishnutama Kusubandio usai jadi pembicara seminar bertema 'Strategi Menyikapi Imbas Virus Corona' di Gedung Bank Indonesia wilayah Bali, Kamis, 13 Februari 2020 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Wabah covid-2019 menjadi pukulan bagi kepariwisataan di Bali. Data Bali Tourism Board (BTB) menyebutkan 40 ribu pembatalan kunjungan ke Bali menyebabkan kerugian hingga Rp 1 triliun.

Upaya Bali menanggulangi menurunnya kunjungan wisatawan, terutama asal Tiongkok, dilakukan dengan sejumlah skenario.

Lobi yang dilakukan pemerintah dan pelaku pariwisata Bali ke pemerintah pusat, setidaknya berhasil mendapatkan beberapa opsi antara lain, menurunkan harga tiket pesawat domestik dan memindahkan kegiatan MICE Kementerian/Lembaga (K/L) ke Bali.

“Soal corona ini, pasti kaget dan untuk melaluinya tidak mudah. Ratas yang digelar, pak Presiden memberikan peluang diskon tiket pesawat dan meminta K/L melakukan kegiatan di Bali dan Sumut,” kata Menparekraf Wishnutama Kusubandio di Denpasar, Kamis, 13 Februari 2020.

Pemerintah dan pelaku pariwisata di Bali sendiri juga melakukan upaya untuk menambal ‘hilangnya’ kunjungan wisatawan Tiongkok selama virus corona novel masih menjadi isu kesehatan global. Menambah atraksi wisata, memberikan pelayanan tambahan untuk tamu, menjadi skenario yang akan dilakukan pelaku pariwisata Bali.

Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, sejumlah event yang sebelumnya teragenda dilaksanakan di wilayah terinfeksi, diupayakan divert ke Bali.

“Bali juga minta pemerintah menambah rute penerbangan ke negara alternatif seperti Vietnam,” kata Cok Ace.

Upaya sterilisasi dari wabah yang berpotensi menyebar, juga ditempuh Bali dengan berbagai upaya. Cok Ace mengatakan, pemeriksaan intensif dilakukan di pintu masuk Bali dengan memasang mesin pindai panas tubuh.

Pemprov Bali menyiapkan tiga RS rujukan yakni, RS Sanglah, RS Sanjiwani Gianyar dan RS Tabanan.

“Kita bersyukur, 18 orang yang dicurigai suspect corona, terbukti negatif,” ujar Cok Ace.

Ketua BTB/GIPI Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana meminta pelaku pariwisata tidak menurunkan harga untuk menjaga stabilitas pasca kondisi kembali normal.

Partha Adnyana juga memastikan , dalam waktu dekat akan ada kegiatan MICE skala internasional yang diadakan di Bali.

“Saya mengingatkan, dalam situasi ini, pelaku pariwisata jangan banting harga agar kualitas pariwisata Bali tetap terjaga,” ujarnya saat menjadi pembicara pada seminar dengan tema ‘Strategi Menyikapi Imbas Virus Corona’ di Gedung Bank Indonesia wilayah Bali, Kamis, 13 Februari 2020.

Sementara, turis Tiongkok yang masih tertahan di Bali diberikan kesempatan mengajukan ijin ‘terpaksa’ tinggal melalui kantor imigrasi. Jumlah wisatawan Tiongkok yang telah mengajukan perpanjangan tinggal sebanyak 314 orang.

Ijin perpanjangan tinggal dilakukan melalui tiga kantor imigrasi di Denpasar, Singaraja dan Ngurah Rai. (Way)