Upacara Mepegat Iringi Pengabenan Ibunda Bupati Badung

    


Prosesi Pengabenan Ibunda Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Upacara Mepegat mengiringi pengabenan jenasah Ibunda Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta pada Rabu (13/12/2017). Prosesi acara itu berlangsung di rumah duka di Desa Adat Plaga, Kabupaten Badung.

Tepat pukul 12.10 wita, layon atau jenasah diturunkan dari Balai Adat oleh krama Banjar Desa Adat Plaga. Kemudian layon dibawa untuk disemayamkan di sebuah bale.

Disitu kelengkapan ritual pengabenan seperti Lembu Hitam dan Bade sudah disiapkan. Bade sendiri merupakan menara tempat meletakkan jenasah yang diusung oleh puluhan warga. Patung Lembu yang disiapkan sebagai pengiring jenasah menuju areal serta atau pemakaman.

Sesampainya di tanah pekuburan, kemudian layon diturunkan dari Bade dan ditempatkan dalam Lembu Hitam. Prosesi pengabenan berlangsung tengah hari hingga sore di areal setra.

Secara berkelanjutan, usai Pengabenan ada upacara Ngayut yang dilaksanakan di Tukad (sungai) Campuan yang terletak di Desa Plaga. Rangkaian dari upacara pengabenan masih berlanjut dengan upacara Pengelemek dan Ngeroras pada 16 Desember 2017 besok.

Pada 22 Desember 2017, dilangsungkan upacara Atma Wedana dan upacara Ngangget Don Bigin, di tanggal 24 Desember 2017.

“Selain itu upacara Murwa daksina dan Merelina Sekah dilakukan pada tanggal 25 Desember 2017, dilanjutkan upacara Nyegara gunung pada 26 Desember 2017,” ujar Kabag Humas Setda Badung, Putu Thomas Yuniarta (*)