Upacara Melaspas dan Mecaru Tandai Selesainya Pembangunan Underpass Ngurah Rai

    


Upacara Melaspas dan Mecaru di Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai yang infrastrukturnya telah selesai 100 persen - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai selesai pada 31 Agustus 2018. Melengkapi penyelesaian proyek, kemudian dilakukan upacara melaspas dan mecaru di area underpass.

Kegiatan tradisi budaya itu menjadi bagian penting dari sebuah bangunan fisik yang telah berdiri. Dalam tradisi di Bali, bangunan yang telah berdiri perlu dilakukan prosesi upacara pemelaspasan dan mecaruan sebelum difungsikan.

Dalam filosofinya, berbagai material yang berasal dari gunung, laut maupun hutan melebur menjadi satu dalam sebuah bangunan.

“Hari ini kita menggelar semacam selamatan agar setelah difungsikan nanti dapat berfungsi dengan baik secara Niskala dan skala,” jelas Kepala Satuan Kerja (Satker) Metro Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Anak Agung Sanjaya, Rabu, 12 September 2018.

Proyek underpass Ngurah Rai dibangun untuk mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas hingga 0,4 persen. Hasil studi kelayakan yang dilakukan, tingkat kepadatan lalu lintas di area bandara Ngurah Rai itu mencapai 0,9 persen.

Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai menghubungkan akses dari Sanur-Nusa Dua dan Nusa Dua-Sanur.

PPK Underpass Simpang Ngurai Rai, Nyoman Yasmara mengatakan, hasil feasibility study (FS) menjelaskan tingkat kejenuhan lalu lintas di area itu mencapai 0,9 persen.

Proyek senilai Rp 168 milyar itu dikerjakan dalam 4 zona. Zona pertama berada di bundaran patung Ngurah Rai, zona kedua yakni di sisi selatan yang berada di wilayah yang berdekatan dengan runway Bandara Ngurah Rai.

Yasmara menambahkan, saat ini tengah dilakukan uji laik jalan oleh tim dari Kepolisian maupun Dinas Perhubungan. Rencananya, peresmian akan dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 22 September 2018. (Way)