Unsur Tiga Pilar dan Tokoh Agama di Jakarta Serukan Pemilu Damai

    


Kampanye pemilu damai dilakukan lintas elemen di Jakarta. Kegiatan itu diinisiasi oleh unsur tiga pilar Jakarta Pusat yakni, Pemerintah, Polres dan TNI - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kampanye pemilu damai dilakukan lintas elemen di Jakarta. Kegiatan itu diinisiasi oleh unsur tiga pilar Jakarta Pusat yakni, Pemerintah, Polres dan TNI.

Tagline yang diusung pada kegiatan itu yakni, ‘Ciptakan Kerukunan Umat Beragama Pada Pemilu 2019’.

Walikota Jakarta Pusat Bayu Megantara berharap, warga ikut mewujudkan kota yang damai. Perbedaan ras, suku dan agama bukan menjadi alasan untuk terpecah belah.

“Jakarta adalah barometer nasional, jika Jakarta damai maka dimata dunia Indonesia juga damai,” jelasnya.

Para pemuka agama yang hadir dalam acara itu menolak tegas kampanye yang dilakukan di tempat ibadah, menolak hoaks, Sara dan radikalisme.

Ada 3 tempat yang digunakan sebagai deklarasi yakni, Masjid Istiqlal di Kecamatan Sawah Besar, Gereja Katedral di Jalan Katedral dan Wihara Tri Ratna di Jalan Raya Lautze, Rabu (16/1/2019).

Dandim 0501/JP BS Letkol Inf Wahyu Yudhayana mengatakan, pesta demokrasi tidak sepantasnya dibawa ke tempat ibadah.

“Kita boleh berbeda pilihan, namun saat beribadah kita tetap satu kesatuan umat, jangan sampai terpecah belah oleh adanya Pemilu,” jelas Wahyu Yudhayana.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu mengatakan, kerukunan antar umat beragama senantiasa harus dijaga. Menurutny, Pemilu harus berjalan lancar sesuai agenda bangsa beriring dengan stabilitas keamanan yang tetap terjaga.

“Saya berharap kepada seluruh umat beragama untuk meningkatkan kepedulian dan persatuan antar umat,” jelas Kapolres.

Tokoh agama yang hadir dalam acara itu diantaranya, Rm. Hani Hartoko dari Gereja Katedral, Ketua FKUB Jakarta Pusat Ahmad Katsir, termasuk perwakilan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. (*)