Unit Siber Polda Bali Bongkar Jaringan Penipuan iPhone Murah di Medsos

oleh
Ilustrasi/memeburn/erascape

KORANJURI.COM – Unit Siber Polda Bali menangkap 5 orang pelaku penipuan online melalui akun Instagram. Dalam postingan di medsos, pelaku menawarkan berbagai jenis iPhone dengan harga murah.

Mereka juga mencatut salah satu nama toko ponsel di Denpasar untuk mengelabui korban agar percaya dengan penawaran tersebut. Tidak itu saja, secara rapih para komplotan juga membuat rekening perusahaan dengan nama mirip seperti nama toko handphone tersebut.

“Sehingga para korban yang sudah tergiur dengan penawaran iPhone murah tidak merasa curiga, karena nama akun dibuat seperti official dan rekening perusahaan ada nama toko,” jelas Ranefli dalam keterangan di Denpasar, Selasa (11/6/2024).

Polisi menerima laporan dari salah satu korban berinisial Ida Bagus Gede AW (31) asal Kecamatan Marga, Tabanan yang mengaku tertipu dengan penawaran tersebut.

Dalam keterangannya, korban membeli sebuah Iphone 12 Pro Max seharga Rp 1.100.000. Pembayaran dilakukan secara transfer ke rekening BNI 1826124498 atas nama PT Berkah Bersama Tarashop.

Nomer rekening itu diberikan oleh akun Instagram @taraphone store.

“Korban sempat mendatangi toko Taraphone yang beralamat di Dalung untuk melakukan konfirmasi. Berdasarkan keterangan salah satu karyawan toko bahwa akun instagram @taraphone store tersebut bukan merupakan akun resmi milik toko Taraphone,” jelas Ranefli.

Dalam kasus penipuan itu, polisi juga memeriksa tiga orang yang masih berstatus sebagai saksi. Mereka diduga juga menjadi korban.

Sementara, aksi penipuan itu melibatkan 5 orang pelaku yang bekerja secara remote dari beberapa wilayah di Indonesia. Polisi awalnya menangkap satu tersangka di Uma Residence, Pemogan, Denpasar pada 31 Mei 2024.

Selanjutnya, pada 8 Juni 2024, 3 orang yang diduga pelaku ditangkap di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Laoji, Desa Bulo Wattang, Kecamatan Pancariang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

“Salah satu pelaku berstatus anak yang berhadapan dengan hukum berinisial MIA. Dia berperan sebagai operator media sosial yang menawarkan promo handphone dengan harga murah,” kata Ranefli.

Pelaku lain yang ditangkap yakni, Andhika KP (42) asal Jakarta, berperan sebagai pembuat rekening. M. Sabir (33) asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, sebagai operator medsos.

A. Jusman (29) asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, berperan sebagai operator medsos. Muzakkir (24) Kota Pare-pare, Sulawesi Selatan, berperan sebagai operator medsos.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku lainnya yang masih buron,” kata Ranefli. (Way)

KORANJURI.com di Google News