Uniknya Tradisi Padusan di Jawa Menjelang Datangnya Puasa

    


Secara simbolik Tradisi Padusan di Boyolali, Jawa Tengah, dilakukan oleh dua model yang dimandikan - foto: Djoko Judiantoro/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Padusan menjadi tradisi di masyarakat Jawa menjelang datangnya bulan Suci Ramadhan. Umumnya, masyarakat akan mendatangi tempat-tempat pemandian alam untuk mandi sebagai simbol membersihkan diri sebelum menjalankan ibadah puasa.

Kali ini, di Boyolali, Jawa Tengah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat mengemas tradisi Padusan dalam sebuah acara unik. Berbagai pementasan budaya ditampilkan dalam acara itu, termasuk memandikan sepasang pria dan wanita sebagai simbol pembersihan diri.

“Tradisi yang di gelar setiap tahun dalam rangka menyambut datangnya bulan puasa ini sebagai salah satu cara ritual bersih diri,” terang Mulyono Sentosa dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Boyolali, Sabtu, 4 Juni 2016.

Acara tradisi Padusan itu digelar di beberapa titik pemandian alam yang ada di Kabupaten Boyolali diantaranya, komplek pemandian Umbul Tirtomulyo Sawit, Umbul Tlatar dan UmbulTirtomarto Pengging. Semua lokasi itu merupakan tempat munculnya sumber air alam pegunungan.

Mulyono mengungkapkan, membersihkan kotoran tidak hanya yang kelihatan saja namun rohani juga perlu disucikan sebelum menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

“Ini menjadi symbol agar saat menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh kita dijauhkan dari segala hawa nafsu yang menggoda,” ujar Mulyono Santosa.

Padusan dalam bahasa Jawa berasal dari kata ‘Adus’ yang berarti mandi. Dalam tradisi Padusan itu, masyarakat akan mendatangi sumber mata air untuk membasuh diri. Umumnya, mereka datang ke umbul air yang terdapat di sekitar pegunungan.
 
 
JK