Unggulkan Dua Kelas Industri, SMK PN-PN2 Purworejo Jaring Siswa Baru di PPDB

    


Kepala SMK PN Purworejo, Sugiri, S.Pd, dan Kepala SMK PN-2, Rakhmi Widayanti, S.Sos, saat berada di ruang pendaftaran, Selasa (30/06/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Penerimaan siswa baru (PPDB online) di SMK PN-PN2 Purworejo, yang beralamat di Jl. Kesatrian no 7, Purworejo, masih dibuka hingga 9 Juli 2020 mendatang.

Ada lima kejuruan pada SMK PN yang dibuka dalam PPDB kali ini, yakni, Multimedia/MM (1 kelas), Teknik Pemesinan/TP (2 kelas), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif/TKRO (3 kelas), Teknik Instalasi Tenaga Listrik/TITL (1 kelas), dan Teknik Arsitektur/Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (1 kelas).

“Kuota dari SMK PN 171 siswa untuk 8 rombel. Dan hingga kini, sudah ada 180 an pendaftar,” jelas Sugiri, S.Pd, Kepala SMK PN Purworejo, Selasa (30/06/2020).

Sementara untuk SMK PN2, membuka untuk empat kejuruan, yakni, Teknik Audio Video/TAV (1 kelas), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif/TKRO (3 kelas), Teknik Permesinan/TP (2 kelas), Teknik Bisnis Sepeda Motor/TBSM (2 kelas). Kuota SMK PN2, 198 siswa untuk 8 rombel, dan saat ini sudah ada 272 pendaftar.

Sugiri, yang didampingi Kepala SMK PN2, Rakhmi Widayanti, S.Sos, menjelaskan, di SMK PN-PN2, memiliki dua kelas budaya industri, dari PT Chemco Harapan dan YTA (Yayasan Toyota Astra). Masing-masing kelas industri tersebut, berisi 25 siswa, yang diambil dengan seleksi yang sangat ketat.

“Kelas industri Chemco, diambil dari jurusan Teknik Pemesinan dan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif PN-PN2. Untuk kelas industri YTA, diambil dari jurusan TKR PN2. Seleksi dilakukan saat mereka di kelas X, dan pembelajaran kelas industri ini dimulai kelas XII,” ungkap Sugiri.

Dijelaskan pula, kerjasama dengan PT Chemco, tidak hanya pada pendirian kelas budaya, tapi juga pendirian Teaching Factory, yang dimulai tahun ini. Pembelajaran pada Teaching Factory ini, berbasis industri. Dari Chemco membantu mesin, dan siswa yang mengoperasikannya, untuk menghasilkan barang, dan hasil produksi tersebut dikembalikan ke Chemco.

Saat ini, menurut Sugiri, ada 12 siswa yang telah menjalani training di Chemco untuk Teaching Factory ini. Mereka ini menjadi pionir dari keberadaan Teaching Factory. Ditambahkan pula, untuk tahun 2020 ini, semua siswa kelas budaya industri Chemco ini ditarik bekerja di PT Chemco.

“Sementara pada kelas industri YTA, arahan pembelajarannya ke soft skill siswa. Penekanannya pada budaya-budaya industri, yang merupakan perpaduan kurikulum nasional dan kurikulum industri,” ujar Rakhmi menimpali.

Terpisah, Ari Edi Prasetyo, selaku Pembina Yayasan Pembaharuan, yayasan yang membawahi SMK PN-PN2 Purworejo menjelaskan, dalam PPDB kali ini, pihaknya mengikuti alur yang ada. Pendaftaran juga dilakukan secara online dan offline.

“Kita menerapkan target yang normatif, bahwa siswa yang masuk, harus sama dengan siswa yang keluar (lulus). Sehingga terjadi suatu stabilisasi aktivitas maupun segala sesuatu yang menyangkut berlangsungnya pendidikan dan kehidupan kampus,” ungkap Ari.

Kalau lebih dari itu, ujar Ari, dipersilahkan, selama kemampuan guru dan ruang kelas memungkinkan. (Jon)