Persiapan Final SMAN 2 Tabanan Hadapi UNBK

30 Maret 2016 – 22:30

Wakasek Humas SMA Negeri 2 Tabanan, Wayan Sumertha - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

Wakasek Humas SMA Negeri 2 Tabanan, Wayan Sumertha – foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung 4-12 April 2016 telah disiapkan secara maksimal oleh SMA Negeri 2 Tabanan. Dua simulasi UN yang digelar, sampai pada persiapan puncak yakni gladi bersih, semua berlangsung dengan lancar. Wakasek Humas, I Wayan Sumertha mengatakan, paska ditetapkannya sekolah tersebut sebagai penyelenggara ujian nasional berbasis komputer, pihaknya segera menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

“Pertama yang disiapkan adalah kemampuan daya listrik. Di ruangan UNBK masing-masing dipasang MCB. Untuk saat ini daya listrik sudah aman,” ujar Wayan Sumertha, Rabu, 30 April 2016.

Menyusul kebutuhan perangkat komputer yang jumlahnya dihitung sepertiga dari jumlah peserta, menjadi fokus persiapan yang dinilai Sumertha, paling vital dan urgent. Sedikitnya 150 desktop komputer sudah tersedia untuk pelaksanaan UNBK yang di sekolah itu diselenggrakan dalam tiga sesi. Sedangkan jumlah peserta yang mengikuti ujian nasional komputer sebanyak 444 orang.

Sumertha menjelaskan, sesi pertama dimulai pukul 7.30-9.30, sesi kedua 10.30-13.00 dan sesi terakhir 14.00-16.00. Perbedaan UNBK dengan ujian nasional berbasis komputer, menurutnya, dalam satu hari UNBK yang diujikan hanya satu mata pelajaran.

“Kalau ujian kertas dan pensil setiap hari dua mata pelajaran. Dipastikan, setiap pergantian sesi soalnya berbeda, inilah yang disebut terintegrasi,” jelasnya demikian.

Dari sisi kesiapan siswa, menurut Wayan Sumertha, pihaknya mengakui tidak lepas dari kendala, terutama kondisi mental siswa. Peserta UNBK sekarang merupakan siswa uji contoh keberhasilan pelaksanaan ujian dalam jaringan (Daring) selanjutnya. Namun menurut Sumertha, dengan persiapan yang ada pihaknya meyakini kondisi tersebut bisa dilewati siswa.

“Namanya baru pertama pasti banyak kendala, terutama siswa. Kalau masalah sarana sudah tidak ada masalah,” jelasnya demikian.

Jaringan internet yang digunakan untuk sinkronisasi server lokal dan pusat, SMA Negeri 2 Tabanan menggunakan jaringan serat optik berkapasitas 100 megabyte. Dukungan audio pada komputer dekstop juga telah diuji dan berjalan dengan baik pada mata pelajaran Bahasa Inggris.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Koranjuri.com, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tabanan, I Putu Santika mengatakan, SMA Negeri 2 Tabanan menjadi satu-satunya Sekolah Menengah Umum yang menyelenggarakan computer based test tersebut.

Menurut Santika, semua siswa yang sekolahnya ditunjuk sebagai pelaksana UNBK sudah mendapatkan pelatihan terlebih dulu.

“Ada empat sekolah di Tabanan yang menyelenggarakan UNBK, SMA 2, SMKN 1, SMKN 2 dan SMKN 3,” kata Putu Santika.
 
 
way