UN di SMP Wisata Sanur

    

Hari Kedua, Pengambilan Soal Melibatkan Kepolisian

Kepala SMP Wisata Sanur, I Gusi Made Raka (kiri) bersama pemantau dari Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) - foto: Koranjuri.com

Kepala SMP Wisata Sanur, I Gusi Made Raka (kiri) bersama pemantau dari Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) – foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pengamanan pengambilan soal ujian nasional di hari kedua, SMP Wisata Sanur melibatkan petugas kepolisian. Pertimbangan itu dilakukan untuk pengamanan maksimal dan menghindari kejadian yang tidak diharapkan.

“Kita ambil di sub rayon IX, hari kedua ini kita melibatkan petugas polisi untuk mengawal soal,” jelas Kepala SMP Wisata Sanur, I Gusi Made Raka.

364 siswa mengikuti ujian nasional yang diselenggarakan secara serentak di Indonesia. Ruang yang digunakan sebanyak 19 ruangan dengan pola pembagian sesuai POS UN, sisa 4-5 siswa satu ruangan diisi 15 orang. Sedangkan diatas 5, satu ruangan diisi 10 orang.

Pola UN yang digunakan di sekolah itu masih berupa ujian nasional kertas dan pensil (UNKP). Gusi Made Raka mengatakan, pihaknya berharap bisa secepatnya menggelar ujian nasional CBT.

“Kita perlu memikirkan perangkat yang dibutuhkan. Mudah-mudahan tahun depan bisa terlaksana,” ujar Made Raka.

Bercermin dari pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK, Gusi Made Raka mengatakan, pihaknya menerapkan aturan tegas dan pengarahan maksimal kepada pengawas. Hasilnya, hingga hari kedua tidak ditemukan indikasi kecurangan yang dilakukan siswa maupun pengawasnya.

“Semua berjalan lancar, tidak ditemukan ponsel yang dibawa siswa. Pengawas juga memberikan contoh yang baik,” ujar Made Raka.
 
 
Way



    





News

BERITA PILIHAN

    

Kembali ke Atas