UN di SMP PGRI 2 Denpasar, Satu Siswa Kerjakan Soal di Rumah

    


I Gede Wenten Aryasuda - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) di SMP PGRI 2 Denpasar, berjalan lancar. Namun, satu siswa terpaksa harus mengerjakan soal UN di rumah karena sakit.

Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, I Gede Wenten Aryasuda menjelaskan, protap yang diterapkan sama seperti UNKP di sekolah. Siswa mendapatkan pendampingan dari pengawas meski soal itu dikerjakan di rumah.

“Ada 2 orang pengawas mendampingi siswa yang berhalangan karena alasan tertentu. Kami berikan itu karena ada rujukan surat dari dokter,” jelas I Gede Wenten Aryasuda yang juga ketua PGRI Provinsi Bali, Senin, 23 April 2018.

Dikatakan, setiap siswa memiliki hak untuk mengikuti Ujian Nasional. Karena itu, meski berhalangan hadir dan ada rujukan dokter, sekolah juga wajib memberikan pelayanan kepada siswa yang bersangkutan.

“Kami memberikan rekomendasi untuk mengerjakan soal di luar sekolah, dengan catatan, sesuai prosedur ketetapan yang berlaku,” jelas Aryasuda.

Jumlah siswa yang mengikuti UNKP di SMP PGRI 2 Denpasar sebanyak 580 orang. Aryasuda menyatakan, pihaknya mengagendakan UN tahun berikutnya akan berubah menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Hari pertama UNKP, SMP PGRI 2 Denpasar menerima kunjungan anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Dr. Nanang Arif Guntoro, M.Si. Kunjungan itu dalam rangka melakukan pemantauan UN di wilayah Denpasar. (Way)