UN Daring, SMAN 2 Semarapura Perlu Bantuan Pemkab Tutup Kekurangan 20 Komputer

    


I Gusti Lanang Made Puji - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tidak sepenuhnya ujian nasional online yang akan digelar tahun ini di Bali berjalan mulus. Banyak sekolah yang masih kekurangan perangkat komputer untuk memenuhi jumlah sepertiga dari total peserta UN. Di lain pihak, sekolah penyelenggara UNBK telah ditunjuk oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengadakan ujian dengan sistem dalam jaringan (Daring) tersebut.

Alhasil, seperti yang terjadi di SMA Negeri 2 Semarapura, Klungkung, harus berjibaku mengadakan 20 perangkat komputer yang masih kurang. Sementara, menurut kepala SMAN 2 Semarapura, I Gusti Lanang Made Puji, sekolah tidak punya ketersediaan anggaran untuk membeli perangkat komputer lagi bahkan menyewanya.

“Kita memang mendapatkan bantuan dari Direktorat PSMA dan sudah kita belikan 29 komputer ditambah satu server. Jumlah itu masih kurang sekitar 20 lagi, lantas darimana kami mencarikan,” ujar Lanang Made Puji di kantornya, 21 Januari 2016.

Saat ini pihaknya berupaya mencarikan sumber dana dengan meminta bantuan Pemerintah Kabupaten Klungkung serta mengajukan proposal ke Kementerian Keuangan. Satu persoalan yang belum juga selesai, masih ditambah dengan kelengkapan lainnya yang juga belum tersedia yakni genset. Mengingat, sekolah penyelenggara UNBK wajib menyediakan sumber daya listrik cadangan berupa UPS maupun genset.

Di tengah peliknya persoalan itu, pihaknya sudah berupaya melakukan lobi dengan PLN agar saat pelaksanaan UNBK April mendatang, pasokan listrik bisa stabil.

“Kita sudah bertemu pimpinan PLN dan membicarakan soal ini. Mereka bilang akan mengusahakan asal tidak ada gangguan seperti hujan atau faktor alam lainnya. Ini yang membuat kami masih bimbang,” ujar Made Puji.

Sementara, perlengkapan yang sudah ada saat ini telah disetting di dalam ruangan khusus tempat dilaksanakan UNBK. Dengan jumlah siswa sebanyak 271 orang, perangkat komputer yang dibutuhkan mencapai 90 unit sedangkan yang dimiliki sekolah sebanyak 70 unit.

Menurut Gusti Lanang Made Puji, pihaknya mentargetkan sebelum uji simulasi yang digelar di Februari, kekurangan perangkat komputer sudah teratasi. Sebagai satu-satunya sekolah penyelenggara UNBK di Kabupaten Klungkung, pemerintah kabupaten Klungkung seharusnya ikut mendukung suksesnya ujian nasional Daring itu.

Sebelumnya, ada 3 kandidat sekolah penyelenggara UNBK di Kabupaten Klungkung, masing-masing, SMA Negeri 2 Semarapura, SMA Negeri 1 Banjarangkan dan SMA Negeri 1 Dawan. Namun pada perjalanannya, dua sekolah mengundurkan diri dan hanya tersisa SMA Negeri 2 Semarapura yang mengadakan UNBK.

“Kalau masalah koneksi internet kita sudah tidak ada masalah lagi. Kita sudah siapkan jaringan kabel tanam atau serat optik,” ujarnya.
 
 
way