UN Bukan Penentu Kelulusan, Siswa SMAN 1 Bangli Terpacu Raih Nilai Tinggi

    


I Nengah Sudaya - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ujian Nasional sudah tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Simulasi UN atau tryout yang biasa dilakukan menjelang pelaksanaan ujian nasional, tahun ini di Provinsi Bali sudah mulai ditiadakan. Namun, kondisi seperti itu tidak membuat siswa SMA Negeri 1 Bangli lengah dengan pencapaian nilai pas-pasan pada UN tahun ini.

Justru menurut Kepala SMA Negeri 1 Bangli, I Nengah Sudaya, 266 peserta UN di sekolah eks RSBI yang dipimpinnya, menjadi semakin termotifasi untuk mendapatkan nilai UN yang optimal.

“Dibandingkan tahun lalu, justru sekarang siswa merasa perlu mempersiapkan UN sejak dini. Provinsi tahun ini meniadakan tryout dan siswa justru memberikan masukan kepada sekolah untuk menambah jam pelajaran,” jelas Nengah Sudaya, Kamis, 7 Januari 2015.

Hingga awal tahun 2016, eks Kepala SMA Negeri 2 Bangli ini mengaku belum mendapatkan arahan dari Dinas Kabupaten terkait pelaksanaan tryout daerah. Namun di tingkat internal sekolah, siswa berharap agar ada perpanjangan jam pelajaran yang membahas soal-soal Ujian Nasional.

Keinginan siswa tersebut bersambut dengan respons sekolah yang memberikan waktu 4 hari seminggu untuk menambah waktu belajar. Pengayaan materi di sekolah melibatkan 22 orang guru pengampu yang akan mendampingi siswa dalam membedah kisi-kisi soal UN.

“Minggu depan ini sudah mulai intensif sampai bulan Maret. Kita efektifkan tambahan pelajaran hanya tiga bulan,” jelas Sudaya.

Nengah Sudaya berpendapat, Kabupaten Bangli dengan PAD kecil tidak memungkinkan siswa setamat sekolah akan mencari pekerjaan di daerahnya. Siswa memiliki semangat besar untuk melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi. Dengan demikian, nilai UN menjadi tujuan utama agar harapan mereka dapat terserap masuk ke Perguruan Tinggi Negeri yang diinginkan.
 
 
way