UN 2020 Dibatalkan, Disdikpora Bali Tunggu Pernyataan Resmi Kemendikbud

    


Suasana UNBK di SMP Negeri 7 Denpasar - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan pernyataan pers terkait Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Covid-19.

Dalam kebijakan itu Kemendikbud menekankan 4 poin yakni, Ujian Nasional (UN) tahun 2020 dibatalkan. Pembatalan UN itu dijabarkan bahwa keikutsertaan dalam UN tidak menjadi syarat kelulusan sekolah atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Ujian Sekolah (US). Untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan. Ujian Sekolah tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh. Sekolah yang belum melaksanakan Ujian Sekolah dapat menggunakan nilai lima semester terakhir untuk menentukan kelulusan siswa.

Proses Belajar dari Rumah. Pembelajaran daring/jarak jauh untuk memberi pengalaman belajar yang bermakna, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

Pembelajaran jarak jauh dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai pandemic Covid-19. Aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dinas pendidikan dan sekolah menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orangtua secara fisik di sekolah.

PPDB Jalur Prestasi (non Zonasi dan non Afirmasi) menggunakan (a) akumulasi nilai rapor selama lima semester terakhir, dan/atau (b) prestasi akademik dan non-akademik di luar rapor sekolah.

Menanggapi hal itu, Kadispora Bali I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengaku, belum menerima informasi resmi dari Kemendikbud.

Namun, Disdikpora terus mengikuti perkembangan hal yang berkaitan dengan UN, apakah ditunda, dibatalkan atau ditiadakan.

“Sampai sore ini yang saya dapatkan secara resmi baru sebatas Siaran Pers Usulan Pembatalan UN. Namun secara resmi kami masih menunggu dari Kemendikbud,” jelas Boy dikonfirmasi via aplikasi WhatsApp, Selasa, 24 Maret 2020.

Pembatalan UN diusulkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), lembaga dari Kemendikbud yang menangani UN.

“Secara Situasi terkini sulit rasanya kalau UN tetap dilaksanakan,” ujar Boy singkat. (Way)