Umbar Sahwat ke Mahasiswinya, Oknum Dosen Cabul Mengaku Menyesal

oleh
Putu Agus Ariana alias PAA (33) tertunduk lesu dan menyesal setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus upaya pemerkosaan mahasiswi oleh Polres Buleleng - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Oknum dosen ini mencoreng dunia pendidikan tinggi. Putu Agus Ariana (33), yang pernah mengajar di sebuah sekolah tinggi ilmu kesehatan di Buleleng itu, terjerat kasus upaya pemerkosaan terhadap salah seorang mahasiswinya.

Niat kotor itu muncul karena ada kesempatan menjadi dosen pengampu penulisan skripsi salah satu mahasiswi berinisial IRD (22).

Kapolres Buleleng AKBP I Made Dhanuardana menjelaskan, peristiwa itu berawal ketika dosen yang baru tamat strata doktoral itu melihat status WhatsApp korban yang memberi kesan galau.

Korban menuliskan persoalan tentang permasalahan keluarga dan hal yang terkait dengan penulisan skripsi. Pelaku kemudian menanggapi status WA dengan menawarkan untuk menemui korban di kosnya. Korban pun mengiyakan tanpa berprasangka buruk.

“Pelaku merupakan dosen pembimbing skripsi korban,” kata Dhanuardana, Selasa (9/5/2023).

Korban menyewa kamar kos di jalan Komodo, Kota Singaraja, Buleleng, Bali. IRD saat itu menjemput dan mengajak naik pelaku ke kamarnya yang berada di lantai dua.

Di kamar kos, korban tidak menutup pintu kamar. Dia juga menyuguhkan makanan ringan kepada pelaku sambil korban bercerita tentang keluarga dan proses pembuatan skripsinya.

“Pelaku mendekati korban dan duduk di sebelahnya. Karena merasa tidak nyaman, korban merubah posisi duduknya,” jelas Dhanuardana.

Pelaku semakin tak tahu diri dan kalap. Ia justru menutup pintu kamar dan kembali mendekati korban. Namun, korban kembali membuka pintu dengan beralasan udara panas.

Saat korban di depan pintu, pelaku menarik paksa tangan dan pinggang korban dengan maksud kembali masuk ke kamar.

“Niat tersangka ingin melakukan hubungan badan, namun korban berontak. Akhirnya pelaku meninggalkan korban sekitar pukul 02.00 WITA, Jumat (5/5/2023) dini hari,” kata Dhanuardana.

Saat dihadirkan oleh polisi dalam pengungkapan kasusnya, Putu Agus Ariana mengaku menyesal dan meminta maaf.

“Kepada korban dan seluruh pihak, saya meminta maaf sebesar-besarnya atas nama pribadi dan keluarga. Saya juga menyesal atas kesalahan yang saya lakukan,” ungkap Ariana berbaju tahanan warna oranye. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News