UKW di LSPR Bali, Seluruh Peserta Dinyatakan Kompeten

    


Peserta, Penguji, tim LSPR-Bali dan ASEAN Public Relations Network (APRN) bersama Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan (LPKW) LSPR, melakukan sesi foto bersama di akhir kegiatan - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – 24 wartawan yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diadakan oleh LSPR-Bali dan ASEAN Public Relations Network (APRN) bersama Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan (LPKW) LSPR, seluruhnya dinyatakan kompeten. Peserta berasal dari 13 media online dan cetak yang ada di Bali

UKW diadakan selama dua hari mulai 21-22 Agustus 2019 di Kampus LSPR Bali. Peserta UKW mengambil jenjang Muda, Madya dan Utama dengan 5 orang asesor dari Dewan Pers.

A. Edhy Aruman, salah satu asesor menyatakan, uji kompetensi merupakan landasan untuk meningkatkan kapasitas jurnalis.

“Saya ucapkan selamat untuk para peserta, tapi pesen saya, uji kompetensi merupakan landasan bagi jurnalis untuk meningkatkan kapasitas,” kata Edhy Aruman, Kamis (22/8/2019).

Untuk level Muda, kompetensi terbaik dicapai oleh Marianus Susanto Edison dari Bali Tribun, Ni Ketut Sudiani dari Tribun Bali dan Rizky. Kompetensi level Madya terbaik dicapai oleh Dewa Gede Dedy Farendra dari Baliberkarya.com. Sedangkan terbaik dari UKW Angkatan 20 di LSPR Bali dicapai oleh Sultan Anshori dari Cendananews.com.

Sebelumnya, Direktur LPKW LSPR Dr. Andre Ikhsano, M.Si., menyatakan, kredibilitas jurnalis menjadi penentu dari dari karya jurnalistik yang dihasilkan. Selain itu menurutnya, kompetensi wartawan menjadi salah alat bagi wartawan dan memiliki legitimasi dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Dan pentingnya sertifikasi terkait dengan apa yang dilakukan wartawan sehari-hari sudah legal, seperti profesi lain dokter atau pilot. Hal ini terkait juga bahwa sejak tahun 2014 semua wartawan wajib memiliki sertifikasi,” jelas Andre Ikhsano.

Materi uji terdiri dari kode etik jurnalis, merencanakan liputan, rapat redaksi, wawancara cegat, jejaring dan konferensi pers. (Way)