Ujian Sekolah di SMK TKM Purworejo, Siswa Tandatangani Pakta Integritas

    


Ki Gandung Ngadina, SPd, MPd, Kepala SMK TKM Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dalam masa tanggap darurat Covid-19, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan telah meniadakan Ujian Nasional (UN) tahun 2020. Dan keikutsertaan dalam UN, tidak menjadi syarat kelulusan sekolah, atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Di SMK TKM Purworejo, kelulusan sekolah berdasarkan ujian sekolah yang dilaksanakan secara online. Hal ini, sesuai Surat Edaran dari Mendikbud no 4 tahun 2020, tertanggal 24 Maret 2020, tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, pada angka 3 huruf d. Isinya, sekolah yang telah melaksanakan ujian sekolah dapat menggunakan nilai ujian sekolah untuk menentukan kelulusan siswa.

Hal itu ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jateng, yang mengeluarkan surat bernomor 422/09003 tertanggal 25 Maret 2020, tentang Penegasan Ujian Sekolah Dalam Penentuan Kelulusan Peserta Anak Didik.

“Di SMK TKM Purworejo, ujian sekolah sudah dimulai dari tanggal 23 – 30 Maret 2020, sesuai kalender pendidikan kita, sebelum surat edaran tersebut keluar. Ujian ini diikuti 333 siswa kelas XII, dari empat kompetensi keahlian,” jelas Ki Gandung Ngadina, SPd, MPd, Kepala SMK TKM Purworejo, Jum’at (27/3).

Dalam ujian sekolah yang dilaksanakan secara online ini, siswa mengerjakan soal ujian di rumah masing-masing, dengan menggunakan ponsel atau laptop. Menggunakan aplikasi Computer Based Test (yang juga digunakan dalam UNBK), siswa tinggal mengisi kode yang diberikan pada user name dan password.

Dijelaskan oleh Ki Gandung, sebelum melaksanakan ujian sekolah ini, siswa menandatangani Pakta Integritas, dengan diketahui orang tua. Isi dari Pakta Integritas ini, siswa akan mengikuti ujian dengan sungguh-sungguh, mengerjakan soal ujian dengan baik, bersikap jujur dan sportif, serta
tidak akan berlaku curang, baik perseorangan maupun bersama-sama.

“Hingga saat ini, pelaksanaan ujian sekolah berjalan lancar. Dan semua SMK di Purworejo juga melaksanakan ujian sekolah ini,” terang Ki Gandung, yang juga ketua MKKS SMK Kabupaten Purworejo.

Untuk siswa kelas X dan XI, dalam masa tanggap darurat Covid-19 dari tanggal 16 Maret – 13 April 2020, kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dilaksanakan dengan model jarak jauh melalui sistem daring (online). Dalam hal ini, menggunakan aplikasi google classroom.

Dengan daring ini, guru mapel akan membuat semacam kelas, bagi mata pelajaran mereka. Siswa tinggal mengklik kode mata pelajaran dari guru tersebut. Guru bisa memberikan materi, penugasan, maupun kuis.

Dalam sistem daring ini, kata Ki Gandung, tidak boleh dilakukan secara berkelompok di salah satu tempat (belajar kelompok), serta dilakukan secara menyenangkan, menantang, melatih kemandirian, tidak menimbulkan kecemasan/kepanikan, serta tidak memberatkan peserta didik maupun orangtua/wali.

“Sehingga, salah satu tujuan KBM daring ini, yakni, mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 dapat diwujudkan. Kita selalu berdoa, supaya musibah Covid-19 cepat berakhir, dan situasi bisa kembali normal,” pungkas Ki Gandung, yang didampingi Joko Purwo Setiyono, MPd, Waka Kurikulum dan Pengajaran, dan Waluyo, SKom, Kakomli TKJ. (Jon)