UGM Pertahankan Juara Umum PIMNAS Ke-32 di Bali

    


Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar, dan Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. AA Raka Sudewi, Sp.S (K), saat penutupan PIMNAS Ke-32 yang dipusatkan di panggung Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar (Art Center) Denpasar, Bali, Jumat, 30 Agustus 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali meraih juara umum pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 Tahun 2019 yang diadakan di Universitas Udayana Bali.

Pengumuman pemenang sekaligus penutupan acara dilakukan di panggung Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar pada Jumat, 30 Agustus 2019.

Secara berurutan, posisi 2 diraih oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), 3. Universitas Diponegoro (Undip), 4. Institut Teknologi Bandung (ITB), 5. Universitas Airlangga (Unair), 6. Universitas Brawijaya (Unbra), 7. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 8. Universitas Negeri Malang.

9. Universitas Indonesia (UI), 10. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, 11. Universitas Syah Kuala, 12. Universitas Ahmad Dahlan, 13. Universitas Negeri Makasar, 14. Universitas Negeri Semarang dan 15. Universitas Negeri Medan.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ismunandar mengatakan, seluruh peserta merupakan terbaik yang dikirimkan oleh masing-masing kampus.

“Persaingannya memang cukup ketat, dari puluhan ribu proposal yang masuk, yang didanai hanya 3.621 proposal, mereka adalah yang terbaik, namun ada yang terbaik dari yang terbaik yakni, yang masuk di 15 besar pemenang,” jelas Ismunandar di Art Center Denpasar, Jumat, 30 Agustus 2019.

Ismunandar menambahkan, para peserta yang masuk sebagai pemenang di 15 besar, biasanya juga mendapatkan award dari kampus masing-masing. Namun yang jelas, karya yang mereka tampilkan setara dengan proyek skripsi.

“Jadi bisa saja ada kampus yang memberikan penghargaan kepada pemenang dan mereka dibebaskan dari tugas skripsi. Karena karya mereka sekarang memang setara dengan proyek skripsi mereka,” jelasnya.

Sementara, Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. AA Raka Sudewi, Sp.S (K) mengatakan, karya ilmiah mahasiswa yang diperlombakan perlu dilanjutkan dan dikembangkan secara profesional. Menurut Raka Sudewi, kompetisi untuk sampai ke PIMNAS cukup ketat. Sehingga para pemenang, menurutnya, telah menunjukkan kemampuannya dan layak untuk menjadi juara.

“Seperti diketahui, penyaringannya cukup ketat dan seleksi sudah dilakukan sejak 6 bulan sebelumnya. Hasil karya mereka cukup bagus dan inovatif untuk inovasi teknologi yang dikembangkan,” terang Raka Sudewi.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang ikut mensukseskan acara PIMNAS Ke-32 yang tahun ini diselenggarakan oleh Universitas Udayana Bali. (Way)