Tuntut Kelonggaran Event, Pekerja Event Soloraya Gelar Aksi Demo Layaknya Kontes Sound

    


Ratusan pekerja event dan seni budaya yang tergabung dalam Forkom pekerja event Soloraya, Kamis siang (27/8/2020) menggelar aksi demo menolak kebijakan diskriminasi terhadap para pekerja event dan seni budaya - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ratusan pekerja event dan seni budaya yang tergabung dalam Forkom pekerja event Soloraya, Kamis siang(27/8) menggelar aksi demo menolak kebijakan diskriminasi terhadap para pekerja event dan seni budaya.

Pasalnya kebijakan aturan Pemerintah terkait penutupan dan pembatasan event dan pagelaran seni budaya membuat para pekerja event gulung tikar usahanya.

“Sudah emam bulan tidak dapat job menyewakan sound system karena kebijakan pemerintah tidak boleh menggelar event ” Jelas Robi, selaku koordinator operator sound system Indonesia.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dia dan komunitasnya harus menjual peralatan sound system dengan harga yang relatif sangat murah agar bisa menghidupi keluarganya.

Begitupun para pekerja seni lainnya, sejak diberlakukannya pembatasan sosial tanpa aturan yang jelas, mereka harus tiarap akibat covid19. Padahal, setiap hari mereka harus mencukupi kebutuhan keluarganya.

Oleh karena itu, melalui aksi demo Kamis (27/8/2020) siang, forum komunikasi para pekerja event Soloraya meminta kepada walikota, Gubernur dan Pemerintah pusat untuk membuka kembali kran event di berbagai acara seni budaya, meski dengan tetap mengutamakan protap kesehatan.

Selama ini, para pekerja event tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah. Justru dari hasil usahanya para pekerja event mampu menciptakan ribuan lapangan kerja.

Namun, sejak adanya covid 19, para pekerja event merasa kebijakan pemerintah cenderung diskriminatif terhadap mereka dengan adanya larangan menggelar event seni budaya.

Oleh sebab itu, melalui aksi tersebut Robi dan para pekerja event berharap Pemerintah memberikan kelonggaran terhadap berbagai kegiatan event dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan.

Aksi demo yang diikuti ratusan para pekerja event dan seni budaya, start di alun alun kidul keraton Solo, kemudian longmarch menuju Bunderan Gladag.

Uniknya, dalam aksi demo kali ini, longmarch menggunakan puluhan mobil bak terbuka yang mengangkut sound system. Sehingga, tampak seperti kontes sound system di jalan raya. (JK)