Tumbuhkan Minat Baca, SMAN 7 Denpasar Bangun Budaya Literasi

    


Peresmian program Budaya Literasi di SMA Negeri 7 Denpasar dilakukan oleh Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Peresmian tersebut sekaligus bersamaan dengan puncak perayaan HUT ke-27 SMA Negeri 7 Denpasar - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Budaya literasi yang kini semakin ditinggalkan dalam pendidikan formal di sekolah, dikembangkan kembali di SMA Negeri 7 Denpasar. Untuk membangkitkan minat membaca siswa maupun generasi muda, program budaya literasi tersebut sekaligus menjadi pilot project di SMA Negeri 7 Denpasar yang dirujuk oleh Dirjen Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Secara resmi, Budaya Literasi dikukuhkan oleh Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis, 1 September 2016. Kegiatan itu bertepatan dengan HUT ke-27 SMA Negeri 7 Denpasar. Menurut Walikota Dharmawijaya Mantra, budaya literasi seharusnya dikembangkan dari tingkat dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

“Ini harus dikembangkan bukan saja di tingkat SMA tapi harus dimulai dari sekolah dasar,” kata Dharmawijaya Mantra.

Menurut Walikota, karakter akan tumbuh dimulai dari pemikiran dan wawasan yang luas kemudian akan menjadi perbuatan. Pihaknya sangat mendukung adanya kegiatan untuk membangkitkan minat baca siswa.

Kepala sekolah setempat, Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati menjelaskan, program Budaya Literasi sudah berjalan selama dua bulan. Pelaksanaannya telah dimulai sejak hari pertama masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (mPLS) tahun ini. Dari tahap pengenalan ini, menurut Mirah Kusuma Widiawati, siswa setiap hari diwajibkan membaca buku selama 15 menit sebelum memulai pelajaran.

“Buku dibawa oleh siswa, bisa buku apa saja diluar pelajaran sekolah. Disini kita juga akan membuat pojok pustaka di setiap ruang kelas, termasuk beberapa kegiatan untuk mendukung Budaya Literasi ini,” jelas Mirah Kusuma Widiawati.

Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan Budaya Literasi ini, disebutkan Mirah Kusuma Widiawati, agar siswa terbiasa dengan penguasaan membaca maupun segala sesuatu yang berkaitan dengan peradaban buku.

Secara berkala, pihak sekolah juga mewajibkan siswa membuat resume dari materi buku yang telah dibaca dalam bentuk tulisan. Dari kebiasaan membaca itu, dikatakan Mirah Kusuma Widiawati, kemampuan siswa menguasai literasi akan terasah dengan sendirinya.

“Nantinya kita berikan kesempatan untuk siswa membuat karya tulisan bisa dalam bentuk, puisi, komik, esai maupun cerpen. Karya orisinal siswa itu akan kita terbitkan secara profesional,” ujar Mirah Kusuma.

Kegiatan Budaya Literasi tersebut akan disosialisasikan melalui kegiatan workshop pada bulan bahasa, Oktober mendatang. Saat ini, SMA Negeri 7 Denpasar menjadi sekolah satu-satunya di Denpasar yang mengemban program Budaya Literasi.
 
 
Way