Tujuh Koperasi Binaan Provinsi Bali Terancam ‘Digulung’

    


Suasana Rapat Akhir Tahun (RAT) Koperasi Binaan Provinsi Bali di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, di Denpasar, Rabu (23/1/2019) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Tujuh Koperasi Binaan Provinsi Bali sedang diusulkan akan dibubarkan. Sayangnya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, enggan menyebutkan nama koperasi yang terancam ‘digulung’ itu.

“Lebih dari tiga tahun tidak melakukan RAT, kita lakukan cek turun ke lapangan. Setahun tidak RAT pun kita turun. Saya sekarang agak galak nih, khusus untuk koperasi binaan,” jelas Gede Indra usai Pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Binaan Provinsi Bali di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, di Denpasar, Rabu (23/1/2019).

“Pasti bubar, sudah saya usulkan kok. Nggak hafal saya,” tambahnya.

Kadis juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menginvestasikan dananya. Harus di kelembagaan resmi yang terdaftar di OJK atau Kementerian Koperasi.

“Biasanya yang bodong atau tidak resmi itu mengiming-imingi suku bunga tinggi, di atas 4-5% per bulan. Itu tidak masuk akal,” sanggahnya.

Selain itu, lembaga investasi keuangan bodong yang tidak memiliki legalitas sah secara hukum, kantornya berpindah-pindah, dan pemilik atau pengurusnya tak dikenal.

“Saya kira Pak Gubernur sudah memberikan surat himbauan kepada kabupaten/kota yang diteruskan kepada camat, kepala desa, dan kelian untuk mensosialisasikan hal agar, waspadai dan hati-hati,” tandasnya. (*)