TRC Geruduk Lima Lokasi Hiburan Malam

oleh
Foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Tim Reaksi Cepat (TRC) terdiri dari unsur Satpol PP Bali, Imigrasi dan kepolisian bergerak cepat menyikapi laporan masyarakat terkait dugaan masih beroperasinya tempat hiburan malam di sejumlah titik di Kota Denpasar, Sabtu (10/7) malam.

Namun sayang, TRC yang menggeruduk
di beberapa lokasi sasaran, tidak menemukan terjadinya pelanggaran. Tempat hiburan malam, yakni tiga karaoke dan dua kafe di lokasi berbeda sepi tanpa ada aktivitas.

Diduga para pengusaha hiburan malam ini sudah mulai sadar, tidak boleh beroperasi di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 10 Tahun 2021 tentang Penegasan Batas Jam Operasional.

“SE ini mulai berlaku hari Sabtu, 10 Juli 2021 sampai dengan Selasa, 20 Juli 2021. Jadi sektor non esensial ditutup, dan resepsi pernikahan ditiadakan,” tegasnya.

Dikatakan, kegiatan penertiban masyarakat sesuai dengan SE tersebut akan dilaksanakan setiap hari. “Ini sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 yang saat ini tingkat terkonfirmasi positif harian jumlahnya sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Pihaknya tak menampik, di tengah kebijakan PPKM Darurat yang bertujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari paparan virus corona ini, masih ada beberapa oknum masyarakat dan juga pengusaha yang abai dengan kebijakan tersebut.

“Ada tiga pengusaha yang kami panggil pada Senin (12/7) ini. Dua coffee shop dan satu pengusaha makanan. Salah satu diantaranya sempat mengungah stasus di media sosial. Oknum ini akan kami tindak tegas, karena unggahannya menggangap pemerintah tidak konsisten dalam menegakkan aturan,” jelasnya.

Pihaknya berharap, di tengah situasi dan kondisi ini, jangan ada lagi yang coba-coba kucing-kucingan melanggar protokol kesehatan. Karena selain membahayakan diri sendiri, juga berpotensi menyebarkan virus bagi masyarakat yang sehat.

“Di masa PPKM Darurat ini, jika kami menemukan oknum masyarakat ataupun oknum pengusaha nakal dan abai dengan prokes, pasti akan kami tidak tegas,” tandasnya.

Untuk diketahui, tingkat penyebaran Covid-19 khusus di Bali sangat mengkhawatirkan. Pertambahan positif per hari tembus tiga digit. Untuk menyelamatkan masyarakat, Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat.

Dari data Satgas Covid-19 Provinsi Bali, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Bali per Sabtu, 10 Juli 2021 kembali naik. Pertambahan kasus terkonfirmasi harian bertambah sebanyak 678 orang. Terdiri dari 556 orang melalui transmisi lokal, 121 PPDN dan 1 PPLN.

Untuk kabar baiknya, sembuh sebanyak 297 orang, sedangkan kabar dukanya pasien meninggal dunia bertambah sebanyak 7 orang.

Dengan adanya tambahan tersebut, maka jumlah kasus secara kumulatif untuk terkonfirmasi positif menjadi 54.757 orang, sembuh 49.123 orang (89,71%), dan meninggal dunia 1.625 orang (2,97%). Sedangkan kasus aktif per Sabtu ini menjadi 4.009 orang (7,32%). (*)

KORANJURI.com di Google News