Tradisi Unik Ritual Sabung Ayam Massal di Ubud

    


Arena pertandingan berada di areal halaman di Pura Hyang Api di Desa Pakraman Kelusa, Gianyar, Bali. Konon, Warga harus melakoni sabung ayam terkait dengan berkah keselamatan untuk ternak-ternak lain, seperti sapi atau babi yang dipiara oleh warga - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar ini, punya tradisi sabung ayam yang cukup unik setiap hari raya Kuningan. Mereka saling beradu ayam yang konon merupakan tradisi yang diyakini dapat menyelamatkan ternak di desa setempat dari segala bencana. Tradisi itu disebut Aci Keburan

Arena pertandingan berada di areal halaman di Pura Hyang Api di Desa Pakraman Kelusa. Menurut Gusti Suryawan, masyarakat disana, hal itu terkait dengan kaul atau janji warga. Warga harus melakoni sabung ayam terkait dengan berkah keselamatan untuk ternak-ternak lain, seperti sapi atau babi yang dipiara oleh warga.

“Kalau tidak dilaksanakan, akibatnya lebih parah dari ini. ibaratnya kita memberikan persembahan dari hewan yang kita piara, berupa ayam, untuk menghindarkan dari wabah yang mengancam ternak kami yang lain seperti sapi maupun babi,” terang Gusti Suryawan.

Diceritakan Suryawan, di era tahun 1970-an, masing-masing warga membawa seekor ayam yang ditangkap di pekarangannya untuk diadu di halaman pura dengan ayam yang dibawa oleh warga lainnya. Begitu atraksi sabungan ayam selesai, warga kemudian sembahyang di pura dan kembali ke rumahnya masing-masing. Sebagian besar warga desa Pekraman Kelusa melakoni hal itu dengan penuh kepercayaan.

Pertandingan itu berlangsung cukup singkat. Sejak pukul 06.00 pagi warga sudah berbondong-bondong menuju Pura Hyang Api. Jika disana sudah ada warga lain, berarti pertandingan bisa langsung dimulai tanpa persetujuan atau perundingan terlebih dahulu dari pemilik ayam. Lokasinya pun boleh dimana saja asal ada tempat yang kosong di sekitar tempat suci tersebut.

Berlangsung Selama 42 Hari