TNI Hadapi ‘Gempa’ 8,7 SR yang Menguncang Bali

    


Latihan Posko I Penanggulangan Akibat Bencana Alam (Gulbencal) yang diadakan Kodim 1611/Badung - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – TNI bukan hanya dituntut memiliki kemampuan tempur yang tinggi. Namun juga harus memiliki kesigapan dalam menghadapi kejadian force majeur dengan obyek keselamatan warga sipil.

Kesigapan menghadapi bencana itu dilakukan oleh personel Kodim 1611/Badung dalam sebuah simulasi Latihan Posko I yang diadakan selama tiga hari, 23-25 Mei 2018.

Skenario disusun ketika terjadi gempa tektonik berkekuatan 8,7 SR yang berpusat di Samudera Indonesia atau Selatan Pulau Bali. Ancaman yang terjadi nyata berdampak di wilayah pantai kawasan Badung dan Denpasar.

Peristiwa itu dinyatakan dengan kondisi tanggap darurat oleh pemerintah daerah. Kemudian, Dandim 1611/Badung ditunjuk sebagai Komandan Tanggap Darurat atau Insident Commander (IC) yang harus segera mengambil langkah-langkah cepat dan tepat dalam menghadapi situasi yang ada.

“Disinilah dibutuhkan koordinasi yang cepat dengan semua unsur terkait sehingga bisa diambil langkah yang tepat pula,” ujar Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh Albertus Magnus Suharyadi yang membuka kegiatan.

Suharyadi melanjutkan penanggulangan dampak bencana membutuhkan koordinasi dan kerjasama yang baik antara TNI dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait.

“Sehingga bisa diambil langkah yang tepat untuk meminimalisir kerugian atau dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut,” lanjutnya. (*)