TNI AL Gagalkan Penyelundupan 55 Ribu Ekor Benur

    


Pangkalan TNI Angkatan Laut Palembang mengagalkan penyelundupan lebih 55 ribu ekor benur atau benih lobster di pelabuhan ilegal Karang Baru, Muara Telang, Kabupaten Banyu Asin, Sumatera Selatan, Kamis (5/8/2021) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pangkalan TNI Angkatan Laut Palembang mengagalkan penyelundupan lebih 55 ribu ekor benur atau benih lobster di pelabuhan ilegal Karang Baru, Muara Telang, Kabupaten Banyu Asin, Sumatera Selatan, Kamis (5/8/2021).

Komandan Lanal (Danlanal) Palembang Kolonel Laut (P) Filda Malari menjelaskan, sekitar pukul 20.20 WIB Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Palembang mengamankan dua terduga pelaku penyelundupan asal Banyuasin.

Selain itu, juga diamankan beserta barang bukti dan satu unit kendaraan jenis pick up.

“Dari 12 boks yang kita amankan, benih lobster jenis pasir sejumlah 54.832 ekor dan benih lobster jenis mutiara sejumlah 200 ekor, sehingga total semuanya 55.032 ekor benih lobster yang ditaksir dengan nominal lebih dari Rp 8 miliar,” jelas Danlanal.

Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Abdul Rasyid K. mengapresiasi upaya penggagalan penyelundupan benih lobster oleh Lanal Palembang.

Disebutkan, upaya penggagalan penyelundupan benur yang dilakukan Lanal Palembang ini merupakan indikator kinerja Pangkalan TNI AL dalam melaksanakan tugas TNI AL di daerah.

Mengutip pernyataan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Yudo Margono, S.E., M.M.

“TNI AL akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk tindak pidana dan pelanggaran di laut yang merugikan Negara, melindungi dan menjaga sumber daya alam di laut dari ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadinya” kata Pangkoarmada I.

Selanjutnya proses penyelidikan diserahkan dari Lanal Palembang kepada Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Palembang untuk penanganan lebih lanjut.

Pelaku diancam Undang-Undang nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU No 31 2004 tentang Perikanan dan UU No 11 Tahun 2020 tetang Cipta Kerja. (Bob)