Tingkatkan SDM Warga, Penyuluh Peternakan Turun di TMMD Petang

    


Penyuluhan peternakan terhadap warga Banjar Kasianan, Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung pada kegiatan TMMD Ke-101 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pembangunan TMMD Ke-101 di Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Badung, dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya kegiatan fisik pembangunan infrastruktur saja, tapi juga pemberian materi-materi penyuluhan kepada warga Banjar Kasianan untuk meningkatkan pengetahuan mereka.

Pembekalan yang dilakukan pada Selasa (17/4/2018) kemarin mengundang penyuluh peternakan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung. I Gede Rama Bargawa M.Pt., membawakan materi tentang ‘Agribisnis Peternakan’.

Menurut Rama Bargawa, dunia agribisnis peternakan bukan hanya memikirkan bagaimana cara memasarkan hasil-hasil ternak seperti daging, susu, telur dan lainnya. Ada pendukung lain dalam orientasi bisnis peternakan untuk mendukung produktifitas bisnis.

“Yang pokok harus diketahui mengenai peternakan antara lain mengenai asal usul, jenis-jenis ternak, klasifikasi, anatomi tubuh, potensi, prospek usaha bidang peternakan, konsep peternakan, konsep agribisnis dan strategi pengembangan agribisnis dibidang peternakan,” terangnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, jelas Rama, tidak sedikit orang menganggap semua hewan adalah ternak. Padahal, istilah ternak sendiri memiliki arti, hewan yang sudah melewati proses penjinakkan (domestikasi) oleh manusia.

Hewan ternak seluruh hidupnya diatur, yang menyangkut kandang, ransum, kesehatan, dan lainnya untuk diambil manfaatnya berupa daging, susu, telur, kulit, bulu, dan sebagai ternak hias. Sedangkan hewan adalah semua binatang yang hidup di darat, air, laut baik jinak maupun masih liar.

Program Sapta Usaha Peternakan (SUP) diperkenalkan pemerintah dari tahun 1985. Namun belum banyak diadopsi oleh peternak. Banyak faktor yang mempengaruhi kenapa hingga sekarang masih banyak peternak yang hanya beternak secara ekstensif atau secara tradisional.

“Cara seperti ini hampir tidak memperhatikan aspek teknis perhitungan usaha. Cara ini menghasilkan produksi yang rendah karena masih banyak ternak produksi yang rendah karena masih ada yang mati sebelum dewasa,” tambahnya.

Pola seperti itu, kata Rama, dapat diperbaiki agar produktifitas, kualitas dan perhitungan secara ekonomi dapat menjadi lebih baik. Untuk itu sebagai peternak yang baik harus memiliki kerangka konsepsional sebagai pedoman dasar pengelolaan ternaknya.

“Dengan menerapkan program sapta usaha peternakan, maka peternak dapat meningkatkan produktifitas, potensi, dan sumber daya ternak menjadi lebih efisien,” ujar Gede Rama Bargawa. (*)