Tim SMANSA Denpasar Raih Juara III di Ajang Veterinary Olimpiad 2016

    


Tim SMANSA Denpasar bersama guru pembina yang berlaga di ajang Lomba Veterinary Olimpiad 2016 yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tim SMA Negeri 1 Denpasar kembali meraih juara III tingkat nasional di ajang Lomba Veterinary Olimpiad 2016 di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya. Prestasi tersebut sekaligus menjadi kompilasi perolehan medali di SMA Negeri 1 Denpasar selama dua pekan di bulan November ini.

Sebelumnya, secara berurutan, pada 1 November 2016, tiga siswa masing-masing, Ida Ayu Trisha Kundalini, I Gusti Ngurah Narayana Angligan, I Gede Okta Artha T., meraih Juara 3 Lomba Debat Tingkat SMA/SMK Se-Kota Denpasar yang diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS.

Disusul pada 2 November 2016, Komang Embun Dini Hari, Ni Putu Clara MA., dan I Gusti Ayu Krishna Dwipayana P., meraih juara III Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMA/SMK se-Kota Denpasar yang juga diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Kota Denpasar.

Di ajang Lomba Presenter Terbaik dan lomba Essay Ilmiah Populer dan Desain Poster Remaja Tingkat Kota Denpasar, Ayu Bintang S. Sanjiwani menyabet dua penghargaan yakni Presenter Terbaik dan Juara I Lomba Essay Ilmiah Populer dan Desain Poster Remaja Keren.

Kemudian, siswa kelas XI MIA 7 bernama Galangkangin Gutera meraih Juara II Information Tecnologi Creative Competition (ITCC) Udayana 2016.

Dalam Lomba Veterinary Olimpiad 2016 di UNAIR Surabaya, tim yang berlaga adalah I Gede Okta Artha Taruna, I Made Akira Ivandio Agusta dan Ni Putu Anjani Dewantari P. Kepada Koranjuri.com Okta Artha Taruna mengatakan, fokus utama dalam lomba itu adalah materi terkait dengan kedokteran hewan.

“Kompetitor terberat dari Lumajang dan Sragen. Tapi kita sudah siapkan semuanya dan bersyukur akhirnya bisa masuk tiga besar,” jelas Okta Artha Taruna, Rabu, 16 November 2016.

Di ajang tersebut, Tim SMANSA mampu menembus babak penyisihan yang dilakukan secara online. “Dari tahap penyisihan itu kami masuk semi final, test tertulis kami masuk final dan Grand finalnya cerdas cermat,” tambah Okta.

Luh Ayu Jami Wistiani yang menjadi guru pembina di lomba Veterinary Olimpiad 2016 mengatakan, persiapan yang dilakukan berupa praktikum yang bertumpu pada kedokteran hewan.

Sedangkan untuk penguasaan materi umum, pihaknya menggali referensi dari buku-buku yang bersumber dari materi Kedokteran Hewan.

“Dari 76 tim yang lolos mereka peringkat 5 untuk semi final. Dari sana kita rutin melakukan pelatihan-pelatihan praktikum,” jelas Jami.

Sementara, Kepala SMA Negeri 1 Denpasar, Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd., mengatakan, bertanding di ajang lomba merupakan bentuk aktualisasi siswa di luar lingkungan sekolah.

Selama ini, pihaknya memberikan ruang berupa kegiatan ekstra bagi siswa yang tertarik mengikuti kegiatan tertentu.

“Bentuk aktualisasinya adalah mengikuti lomba. Kebetulan, kami mendukung kegiatan mereka. Sehingga, ruang yang kami berikan bak gayung bersambut dengan potensi siswa,” jelas Nyoman Purnajaya.

Bahkan empat hari terakhir ini, dikatakan Kepsek, anak didiknya berhasil mendapatkan prestasi di tingkat nasional dan di tingkat regional. Pihaknya memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pencapaian prestasi di SMA Negeri 1 Denpasar.

“Juga kepada pemerintah yang sampai saat ini masih memberikan kesempatan kepada kita untuk mengikuti lomba lomba ini sebagai bentuk pembinaan aktualisasi kompetensi siswa,” jelas Purnajaya.
 
 
Way

Hits: 0