Tim Matching Fund Udinus Gelar Webinar Peningkatan Garam Lokal Menjadi Garam Industri Di Jawa Tengah

    


Keterangan foto: Webinar yang di selenggarakan Tim Matching Fund Udinus bekerjasama dengan Undip dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI dengan tema peningkatan kualitas garam lokal menjadi garam industri di Jawa Tengah/Foto: Koranjuri

KORANJURI.COM- Tim Matching Fund Kedaireka Universitas Dian Nuswantoro Semarang bekerjasama dengan Universitas Diponegoro dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Sabtu siang (18/9/21) menggelar Webinar dengan tema ‘ Peningkatan Garam Lokal Menjadi Garam Industri di Jawa Tengah’.

Hadir sebagai pemateri diantaranya, Prof.Dr.Ir Ahmad Roesyadi, DEA Guru Besar Tehnik Kimia ITS yang juga ahli bidang industri garam. Ir. Ali Mahdi selaku Direktur CV Anugrah Sinar Laut. Drs.Wahyu Purbowasito Setyowaskito, P.hD Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Halal dari Badan Standarisasi Nasional ( BSN).

Memangku jalanya webinar H.Ngargono, S.Sos dari Yayasan Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen ( LP2K) Jawa Tengah.

Sementara itu duduk sebagai pembahas, Prof.Ir.Widayat, ST.,MT, Guru Besar Tehnik Kimia Universitas Diponegoro Semarang.

Mengawali sambutanya ketua tim Matching Fund Kedaireka UDINUS, Prof. Kusmiyati, ST.,MT.,P.hD menyampaikan alasan di gelarnya webinar karena permasalahan garam di Indonesia yang terus menerus terjadi setiap tahun.

Padahal sumber daya alam kita berlimpah dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Sehingga seharusnya hasil produksi garam lokal kita sangat besar.

Akan tetapi jika dilihat dari angka presentase, Indonesia hanya penyumbang 0,5% garam dunia.

Setiap tahun kita juga harus impor untuk memenuhi kebutuhan garam industri. Di karenakan hasil produksi garam di Indonesia saat ini relatif masih sangat kecil. Kualitas garam lokal juga masih jauh dari standar yang di tetapkan untuk garam industri.

Oleh sebab itu berbagai permasalahan yang terjadi dalam industri garam saat ini akan menjadi pembahasan webinar sehingga akan diperoleh solusinya.

‘ Khususnya solusi dalam hal peningkatan produksi garam lokal menjadi garam industri di Propinsi Jawa Tengah ‘ kata Prof. Kusmiyati dalam sambutanya

Masih menurut kata Ketua Tim Matching Fund UDINUS Semarang, selain meningkatkan produksi garam petani menjadi garam industri, program yang di gagas Matching Fund Kedaireka UDINUS dan UNDIP yang di biayai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi ini juga akan meningkatkan soft skill dan hard skill mahasiswa sehingga akan di hasilkan lulusan yang berkualitas.

Mahasiswa dapat belajar langsung dilapangan agar memahami berbagai persoalan dunia usaha dan industri.

Tak terkecuali para pengajar juga dapat berkegiatan di luar kampus, sehingga hasil inovasi karya cipta dan reka dapat langsung di rasakan oleh masyarakat.

‘Hasil penelitian dapat langsung di aplikasikan ke dunia industri’ Jelas Prof. Kusmiyati menyampaikan manfaat program Matching Fund untuk lembaga perguruan tinggi.

Kusmiyati berharap, adanya kelanjutan program peningkatan garam lokal menjadi garam industri di Jawa Tengah agar di peroleh betul manfaatnya dalam memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Yang sama, Prof.Widayat dari Universitas Diponegoro menyampaikan solusi teknologi yang di ajukan dalam Kedaireka diantaranya, pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, pencucian dan pengeringan, penggunaan air rejected sebagai air induk, produksi air dari air laut dengan RO, serta pemanfaatan tehnologi internet atau Internet Of Thing dalam monitoring bahan baku atau air laut.

Keterlibatan mahasiswa dalam program peningkatan garam lokal menjadi garam industri di Jawa Tengah tidak hanya mengikuti webinar, tetapi juga di sertakan pada program magang di industri garam dan KKN Tematik peningkatan kualitas dan kuantitas produksi garam industri di Kabupaten Pati./ Jk