Tetap di Peringkat Top Level, 465 Siswa SMA Negeri 1 Denpasar Ikuti Graduasi Ke-54

    


Alumni Ke-54 SMA Negeri 1 Denpasar menerima Ijasah kelulusan pada acara Graduasi. Tahun ini, siswa SMANSA Denpasar kembali meraih nilai tertinggi UN 2016/2017 - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Graduasi Ke-54 SMA Negeri 1 Denpasar diikuti 465 siswa. Wisuda siswa itu seperti sudah mentradisi selalu diadakan di halaman sekolah secara sederhana.

Kelulusan dan prestasi sendiri, menurut Kepala SMA Negeri 1 Denpasar, Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd., menjadi makna sebuah graduasi atau naiknya level siswa ke jenjang yang lebih tinggi. Itu terbukti dari peringkat UN di Provinsi Bali, siswa sekolah itu tetap berada di posisi paling atas.

“Sebuah kebanggaan bagi kami tetap memegang peringkat terbaik se-Provinsi Bali. Saya tidak metargetkan pencapaian itu, hanya berpesan agar tradisi prestasi terus dipertahankan siswa,” jelas Nyoman Purnajaya, Jumat, 9 Juni 2017.

Kilas balik dari perjalanan SAMA Negeri 1 Denpasar, dikatakan Purnajaya, tak pernah absen mengantongi prestasi baik tingkat regional, nasional maupun internasional. Di tingkat regional, tahun ini SMANSA Denpasar meraih juara umum Porjar tingkat provinsi Bali dengan 61 medali emas.

Di event Walikota Cup pun demikian. Siswa menorehkan prestasi sebagai atlit terbaik tingkat SMA di kota Denpasar. Di bidang akademis, kata Nyoman Purnajaya, siswa banyak mengikuti lomba tingkat nasional yang selalu menghasilkan prestasi terbaik.

“Bahkan pada Minggu ini ada satu grup yang ikut lomba di Surabaya dan menjadi juara 2,” jelas Nyoman Purnajaya.

Sedangkan siswa peraih nilai tertinggi pada Ujian Nasional tahun ini adalah Ni Made Arya Agustini jurusan MIA dengan jumlah nilai 382,0. Di tingkat perorangan diraih Shania Indah Permatasari dari jurusan MIA dengan jumlah nilai 377,5.

Sementara, jika per Juli di tahun pelajaran 2017/2018 pemerintah menerapkan 5 hari mengajar, Purnajaya mengatakan, pihaknya siap mengikuti aturan tersebut. Lagipula, setiap ada perubahan regulasi dari pemerintah, SMA Negeri 1 Denpasar selalu menjadi pionir.

“Kami bukan sebagai pengambil kebijakan, jadi pasti akan mengikuti aturan yang ada jika memang aturan itu harus diterapkan,” jelasnya.

Selama ini, sekolah eks RSBI itu menerapkan jam pelajaran pertama pukul 07.00 wita. Sehingga jika dalam sehari diterapkan 8 jam mengajar, hal itu sudah menjadi aktifitas di sekolah tersebut.

“Kalau sehari harus 8 jam mengajar, sekolah berakhir pukul 15.00 wita. Itu tidak ada masalah buat kita,” ujar Nyoman Purnajaya.
 
 
Way