Test PCR Cara Sahih Uji Covid-19

    


Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali yang juga Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali Dewa Made Indra meminta masyarakat tidak berpolemik terkait hasil rapid test.

Perdebatan muncul usai pelaksanaan tes cepat di Desa Serokadan, Desa Abuan, Bangli pada Kamis (30/4/2020). Dewa Indra menjelaskan, hasil dari rapid test hanya skrining awal.

“Hasil valid seseorang terinfeksi covid-19 atau tidak, ditentukan dari uji lab swab test polymerase chain reaction (PCR),” jelas Dewa Made Indra, Jumat, 1 Mei 2020.

Jika hasil rapid test-nya reaktif, kata Dewa Indra, akan dilanjutkan dengan pengambilan swab untuk diuji lab menggunakan metode PCR.

“Dalam konteks rapid test reaktif sebanyak 443 orang, ada hikmah baik yang dapat dipetik, karena banyak spesimen yang bisa diambil untuk diujilabkan dengan metode PCR,” jelas Sekda Provinsi Bali ini.

Update 1 Mei 2020

Sedangkan pemutakhiran data jumlah covid-19 di Bali, pada Jumat, 1 Mei 2020, terjadi penambahan 13 orang, terdiri dari, 4 kasus imported case dan 9 kasus transmisi lokal 9.

Jumlah akumulatif positif Covid-19 di Provinsi Bali sebanyak menjadi 235 kasus. Sedangkan jumlah kesembuhan bertambah 8 orang, dengan total sebanyak 121 pasien sembuh dari Covid-19. Dalam prosentase angka kesembuhan mencapai 51,48% dari total kasus positif.

Angka kasus imported case sampai saat ini masih dominan sebesar 63,40% (141 orang). Infeksi dari daerah terjangkit di luar Bali 8,51% (20 orang) dan kasus transmisi lokal 28,08% (66 orang). (Way/*)