Terungkap, Kaburnya Napi Asing Dibantu 2 orang dari Luar Lapas

    


Rekonstruksi kaburnya 4 napi asing di Lapas Kelas II A Kerobokan - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Aksi nekad 4 orang napi asing yang kabur dari Lapas Kelas II A Kerobokan, Denpasar terlihat ketika mereka masuk ke mulut terowongan yang dipenuhi air. Dalam rekonstruksi yang digelar hari ini, Kamis (13/07/2017), napi asal Malaysia bernama Tee Kok King Bin (50) bertugas menguras genangan air sebelum akhirnya mereka masuk melalui lobang berukuran 50×75 cm.

Reka ulang dilakukan oleh 2 orang napi yakni
Dimitar Nikolov Iliev (43) warga Bulgaria dan Sayed Mohammed Saed (31) asal India
yang telah tertangkap di Dili, Timor Leste beberapa waktu lalu. Sementara 2 napi lain masing-masing Shaun Edward Davidson (33) dari Australia dan Tee Kok King Bin (50) warga negara Malaysia masih dalam pencarian.

Rekonstruksi yang dipimpin oleh
Wakil Direktur Reskrimsus Polda Bali, Kombes Ruddi Setiawan ini, memperagakan 57 adegan. Mereka merencanakan kabur diawali dari blok sel yang berada di Wisma Bedugul kemudian menuju belakang ruangan klinik tempat lobang itu digali.

“Rekonstruksi ini untuk melengkapi tahapan penyidikan,” jelas Ruddi Setiawan, Kamis, 13 Juli 2017.

Selain 2 lokasi yang berada di dalam Lapas, rekonstruksi juga digelar di luar Lapas yakni di Jalan Mertanadi-Jalan Sunset Road dan di Bandara Ngurah Rai. Dari adegan yang diperagakan, mereka tidak sendiri sehingga bisa lolos hingga ke negara tetangga, Timor Leste.

Sebelum tiba di Bandara Ngurah Rai, keduanya sempat membeli roti di sebuah minimarket yang berada di sekitar Patung Kuda. Seseorang bernama Niko yang diketahui berkewarganegaraan Bulgaria menyerahkan koper berwarna hijau dan uang tunai Rp 25 juta dan $ 1.000 kepada Dimitar Nikolov Iliev.

Pada adegan ke 50, kedua tahanan Lapas Kerobokan ini menaiki taksi menuju Bandara Ngurah Rai dengan sekoper uang yang sudah mereka bawa. Adegan berikutnya, napi Dimitar Nikolov Iliev dan Sayed Mohammed Saed sampai di Bandara Ngurah Rai dan turun di depan terminal keberangkatan Domestik.

Di Bandara Ngurah Rai, Keduanya menemui seseorang bernama Lexi Maku Biro alias Alex yang sudah menunggu di cafe Starbuck. Alex menyerahkan boarding pass untuk keduanya dan Dimitar memberikan imbalan Rp 10 juta kepada Alex.

Dengan menunjukkan tiket serta paspor, kedua napi tersebut dengan mudah melewati boarding gate menuju pesawat Lion Air.

“Disitu tidak diperiksa secara detail. Jadi mereka dengan mudah lolos,” ujar Ruddi Setiawan.
 
 
Way