Terlilit Hutang Bank, Sopir Bos SPBU Nekad Rampok Majikan

    


Polda Metro Jaya melakukan ekspose sejumlah kasus kejahatan - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Polda Metro Jaya akhirnya menangkap pelaku perampokan bos SPBU. Pelaku yang berinisial S diamankan di kediamannya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Korban bernama Hartono Sugimin. Uang setoran penjualan dari SPBU Hang Lekir senilai Rp 70 juta raib digondol pelaku.

Wadir Krimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pelaku tak lain merupakan sopir korban. Dari keterangan pelaku ia melakukan aksi kejahatannya itu karena desakan ekonomi.

“Tersangka punya hutang di bank sebesar Rp 25 juta. Kemudian dia juga ingin membayar biaya anaknya sekolah,” ungkap Ade di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019).

Pelaku yang sudah bekerja selama 4 tahun itu tergiur dengan uang sang majikan karena setiap hari sang bos menerima setoran hampir Rp 70 sampai Rp 80 juta.

Niat jahat pun terbersit dalam hatinya, ditambah lagi pihak Bank setiap hari menagih utang pelaku.

“Pelaku sudah tau kebiasaan bosnya bahwa dijam tertentu dia menerima uang hasil SPBU,” ungkapnya.

Korban tidak curiga pelaku pencurian adalah anak buahnya sendiri.

“Kita menemukan bukti yang mengarah ke pelaku. Tapi dia mengaku merasa khilaf karena butuh uang. Jadi korban itu tahu pencurinya, setelah polisi menangkapnya atas laporan korban bahwa ada pencurian di rumahnya,” ungkap Ade.

Dari kejadian itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 84 juta, kunci pagar, dan satu unit motor.

Pelaku dikenakan pasal 365 KUHP tentang dugaan tindak pidana pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Sebelumnya, polisi menerima laporan dari warga yang tak lain adalah korban. Peristiwa itu terjadi pada Kamis 16 Mei 2019. Saat itu, pegawai SPBU bernama Dita Pratiwi Amalia hendak menyetor uang Rp 70 juta ke rumah Hartono menggunakan sepeda motor.

Setelah mengantar uang tersebut, Dita kembali ke SPBU untuk melanjutkan pekerjaannya. Namun tidak berselang lama, Hartono menelepon dan mengatakan bahwa ia baru saja menjadi korban perampokan.

“Tiba di rumah Pak Hartono Sugimin sekira pukul 21.00 WIB. Setelah itu Dita langsung memberikan uang hasil setoran ke korban lewat pintu kecil gerbang rumah,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwon dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 18 Mei 2019.

“Korban Hartono bercerita bahwa uang hasil setoran senilai kurang lebih Rp 70 juta telah dirampok,” jelas Ade. (Bob)