Tepis Tudingan Miring, Ini Penjelasan Para Petinggi KOIN

    


Para petinggi KOIN, saat melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan kandang di Desa Winong Kidul, Gebang, Purworejo, Sabtu (22/08/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menanggapi berbagai tudingan miring, KOIN (Koperasi UMKM Indonesia), sebagai perintis usaha penggemukan domba dalam bentuk kemitraan di Purworejo, angkat bicara.

Salah satu petinggi KOIN, drh Ismangil Antarusmara, selaku Direktur Budidaya KOIN, menjelaskan, bahwa semua yang diperlukan untuk bisnis penggemukan domba ini telah disiapkan.

“Saat ini, para kontraktor sedang membangun kandang domba sehingga bisa segera diisi. Biaya untuk pembuatan satu kandang dengan kapasitas 30 ekor, lengkap dengan isinya mencapai Rp 132 juta,” ungkap Ismangil, Sabtu (22/08/2020), saat meninjau kandang domba di Desa Winong Kidul, Gebang.

Program kemitraan KOIN, kata Ismangil, tidaklah main-main. Usaha penggemukan domba ini, keuntungannya bagus. Program penggemukan dilakukan dalam waktu 80 hari, sehingga bisa empat kali panen dalam setahunnya.

Menurut dokter hewan ini, pihaknya akan menjaga harga daging domba nantinya, supaya tetap stabil. Cuaca panas atau dingin tidak berpengaruh bagi domba.

“Untuk pakan, KOIN  mendesain tiap hari bisa menambah bobot domba sebanyak 200-250 gr per ekor,” ujar Ismangil.

Dengan ‘ramuan’ khusus tersebut, saat domba masuk kandang dengan bobot sekitar 17 kg, maka dalam jangka waktu 80 hari akan menjadi 35-37 kg. Saat dipanen, usia domba juga tidak boleh lebih dari lima bulan.

“Untuk pakannya dalam bentuk kering, yang akan kita produksi sendiri,” jelas Ismangil, yang dalam KOIN bertugas menjadi formulator pakan domba.

Untuk mengatasi domba yang rentan dengan penyakit skabies (gudik), ataupun domba yang tak mau makan, Ismangil sudah mempersiapkan obatnya. Untuk pertumbuhan, domba juga diberi obat cacing.

“Dalam kemitraan ini, masyarakat yang jadi mitra diajak sharing keuntungan, bukan sharing kerugian,” jelas tandas Ismangil.

Salah satu kontraktor yang ikut membangun kandang dalam proyek KOIN ini, Yudianto, dari PT Bangun Cipta Tehnik mengungkapkan, bahwa perusahaannya memiliki kontrak membangun 500 kandang komplit.

Saat ini, jelas Yudianto, Sudah ada 13 kandang yang terbangun komplit tinggal finishing BAST (Berita Acara Serah Terima) ke PT Mega Gemilang Jaya, salah satu investor KOIN. Kalau SPL (lahan), sudah ada 100 lebih yang  siap.

“Schedule kami, dalam jangka 6 bulan (dihitung sejak September), 500 kandang akan siap,” kata Yudianto.

Adanya tudingan miring terhadap KOIN ini, juga mendapat tanggapan dari Dr Reban Mirmorejo, selaku pembina KOIN. Dia menepis isu, bahwa dirinya dimusuhi oleh Pemda karena politik, terkait pencalonannya dalam Pilkada Purworejo 2020, meski pada akhirnya dia tak mendapat rekomendasi dari PDIP.

“Ini murni bisnis, dan tak ada hubungannya dengan politik. Saat ini program Ngingu juga tetap jalan,” ujar Reban, yang didampingi Direktur Kemitraan KOIN, Moh Ali Rif’an.

Dari target 10 ribu kandang, ujar Reban, saat ini di Purworejo sudah berdiri 400 kandang. Namun yang sudah sempurna dan siap isi, baru sekitar 100 kandang. Dan pada tahap pertama, pada awal September ini, dari KOIN akan mengisi 200 kandang domba milik mitra.

Moh Ali Rif’an juga menegaskan, dalam program Ngingu ini, mitra hanya menyediakan lahan. Pembangunan kandang dan isinya, semua dilakukan oleh KOIN.

“Setelah berjalan lima tahun, kandang akan menjadi milik mitra,” pungkas Moh Ali Rif’an. (Jon)







    




News

BERITA PILIHAN

    

Kembali ke Atas