‘Tepang Wayang’, Cara SMPN 3 Purworejo Kenalkan Kesenian Wayang pada Siswa

    


Seluruh siswa berfoto bersama dalang Nyi Dwi Puspita Ningrum, M.Pd dan Kepala SMPN 3 Purworejo Teguh Widodo, S.Pd., M.M, usai kegiatan Tepang Wayang - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Untuk mengisi kegiatan pasca Penilaian Akhir Semester (PAS), SMPN 3 Purworejo mengadakan kegiatan ‘Tepang Wayang’, yang diikuti semua siswa dari kelas 8 dan 9, Rabu (07/12/2022) di aula setempat.

Menghadirkan narasumber dalang perempuan dari Bruno, Nyi Dwi Puspita Ningrum, M.Pd., kegiatan Tepang Wayang ini bertujuan untuk mengenalkan kesenian wayang, yang merupakan salah satu budaya Jawa.

Dalam kesempatan tersebut, Nyi Dwi Puspita memperkenalkan tentang tokoh-tokoh yang ada dalam pewayangan, seperti Pandawa, Kurawa, Punakawan serta cerita-cerita dalam pewayangan seperti Mahabharata maupun Ramayana.

Suasana makin meriah, saat Nyi Dwi Puspita unjuk kebolehan dengan mendalang, dengan menampilkan cuplikan-cuplikan cerita yang ada. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan ‘Tepang Wayang’, yang ditunjukkan dengan antusiasnya mereka tanya jawab dengan Nyi Dwi Puspita.

Menurut Haryadi, S.Pd., Waka Kesiswaan, sesuai nama kegiatannya, Tepang berarti memperkenalkan, dan Wayang artinya kesenian Wayang. Jadi kegiatan Tepang Wayang bertujuan untuk memperkenalkan kesenian wayang pada siswa, serta nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam cerita wayang dan karakter pada masing-masing tokohnya.

“Wayang itu budaya asli dan kebanggaan orang Jawa. Dimana di dalam cerita wayang itu, banyak sekali nilai-nilai karakter yang bisa diambil dari tokoh -tokoh serta inti ceritanya,” jelas Haryadi, di sela kegiatan.

Selama ini, kata Haryadi, siswa hanya mengenal wayang melalui tv ataupun YouTube, serta cerita dari guru bahasa Jawa, karena wayang masuk dalam mapel Bahasa Jawa. Banyak dari mereka yang belum pernah melihat pertunjukan wayang secara langsung.

Meski ini bukan pagelaran yang sesungguhnya karena hanya petikan dari sebuah pagelaran, namun, kata Haryadi, paling tidak secara visual mereka bisa melihat, meskipun musik pengiringnya bukan dari gamelan secara langsung.

Dengan kegiatan ini, menurut Haryadi, para siswa paling tidak bisa mengambil hikmah karakter yang bisa diambil dari karakter cerita atau tokoh wayang. Karena sesungguhnya cerita wayang menggambarkan kehidupan manusia di dunia dengan berbagai macam watak dan karakter yang ada, sama dengan manusia yang ada di dunia.

“Harapannya anak-anak bisa mengambil atau mencontoh yang baik, sebagai bekal untuk nanti ketika mereka sudah dewasa terjun ke dunia yang lebih luas,” ujar Haryadi.

Selain memperkenalkan tokoh-tokoh yang ada dalam dunia pewayangan, dalang perempuan Nyi Dwi Puspita juga mengenalkan istilah-istilah di pagelaran wayang seperti suluk, sabetan (gerakan wayang), ontowacono (percakapan) sesuai tokoh masing-masing.

Dalang perempuan Nyi Dwi Puspita Ningrum. M.Pd, saat mendalang dalam kegiatan Tepang Wayang di SMPN 3 Purworejo, Rabu (07/12/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

Dalang perempuan Nyi Dwi Puspita Ningrum. M.Pd, saat mendalang dalam kegiatan Tepang Wayang di SMPN 3 Purworejo, Rabu (07/12/2022) – foto: Sujono/Koranjuri.com

“Harapannya kita menanamkan rasa cinta terhadap budaya asli Jawa, dimana budaya Jawa sekarang sudah mulai tergeser oleh kemajuan teknologi. Toh begitu, kita tetap berusaha semaksimal mungkin, agar anak-anak tetap mencintai dan mau berusaha melestarikan budaya Jawa,” ujar Haryadi.

Krisna Radi Mahardika, Wakil Ketua OSIS mengaku sangat senang dengan kegiatan Tepang Wayang ini. Dia yang selama ini hanya mengenal wayang melalui tv, YouTube maupun dari cerita-cerita gurunya, kini menjadi lebih paham tentang wayang. Dia jadi tahu bentuk aslinya, serta bagaimana dalang memainkan wayang dalam sebuah pagelaran yang sesungguhnya.

“Pokoknya asyik, jadi tahu cara dalang memainkan wayang, serta bentuk dan nama tokoh-tokoh pewayangan. Saya berharap, murid-murid SMPN 3 Purworejo bisa melestarikan budaya wayang dan lebih mengenal budaya Jawa lebih dalam lagi, ” kata Krisna.

Terpisah, Kepala SMPN 3 Purworejo, Teguh Widodo, S.Pd., M.M., menyampaikan, kegiatan Tepang Wayang merupakan program yang sudah dirancang oleh Kesiswaan dalam kegiatan pasca PAS.

“Tujuannya untuk menanamkan rasa cinta budaya kepada anak-anak didik. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak luar biasa dan sangat senang. Alhamdulillah, sebagian anak-anak sudah mengenal tokoh-tokoh wayang dan ada yang pernah melihat secara langsung pagelaran wayang. Kedepannya saya tetap berharap kegiatan ini ada tindaklanjutnya,” pungkas Teguh. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS