Tekan Carrier Covid-19, 30 Ribu Masker Diberikan untuk Pengemudi Ojol di Bali

    


Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Kalaksa BPBD I Made Rentin menyerahkan 30 ribu masker kepada 10 ribu pengemudi ojol - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pengemudi ojek online menjadi salah satu profesi yang rentan penularan covid-19. Para pelaku ojek aplikasi ini juga rentan menjadi carrier atau pembawa virus yang belum ditemukan obatnya itu.

Dalam mengantisipasi kemungkinan penyebaran Sars-Cov-2 oleh para carrier, Pemprov Bali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, membagikan 30 ribu masker kepada pengemudi ojol.

Dari data yang ada, jumlah pengemudi ojek online di Bali mencapai 10 ribu orang.

“Pengemudi ojol dipilih sebagai penerima bantuan logistik masker dari BPBD. Mereka aktif berada di lingkungan terbuka, takutnya mereka malah menjadi carrier. Satu orang minimal memiliki delapan masker untuk ganti,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Senin, 14 September 2020.

Dewa Indra memastikan masker itu sampai kepada pengemudi ojol.

“Agar tidak ada satupun dari mereka yang mengendarai sepeda motor dan membawa penumpang dan makanan yang tidak menggunakan masker dan menjadi penyebar virus,” ujarnya.

Bertambahnya kasus dan kurang pedulinya oknum warga, menurut DEWA Indra, memicu kekhawatiran akan munculnya klaster baru.

Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Bali menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi Bali. Jumlah pasien aktif covid-19 hingga Minggu (13/9/2020) mencapai 1.361 orang (18,83%). (Way/*)