TeFa ‘Sehati’ SMK Kesehatan Purworejo Diresmikan

    


Pengawas SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, H. Achmad Chamdani, S.Pd, M.Pd., dan Bani Mustofa, M.Pd., secara simbolis meresmikan TeFa (Teaching Factory) 'Sehati' SMK Kesehatan Purworejo, Senin (03/10/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pengawas SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, H. Achmad Chamdani, S.Pd, M.Pd., dan Bani Mustofa, M.Pd., secara simbolis meresmikan TeFa (Teaching Factory) ‘Sehati’ SMK Kesehatan Purworejo, Senin (03/10/2022).

Disaksikan Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., M.Pd., Ketua Yayasan Bina Tani Bagelen Ir. Ari Tiasadi, serta sejumlah tamu undangan lainnya, peresmian ditandai dengan pemotongan pita.

Dijelaskan oleh Nuryadin, TeFa Sehati melayani pijat bayi, toko herbal, penitipan anak, spa, pusat konsultasi obat herbal dan Farmasi.

“Salah satu ciri SMK PK, selain melaksanakan Kurikulum Merdeka juga harus mempunyai TeFa. Bagi kami, TeFa ini bukan sesuatu yang baru, karena sejak awal pendirian sekolah ini kita memang memiliki unit produksi,” kata Nuryadin.

Karena memang kedepan, menurut Nuryadin, sekolah mindset-nya itu kalau mesin uangnya dari SPP tentu berat kedepan tantangannya apalagi sekolah swasta. TeFa ini sebenarnya sudah jalan, dan ini memang bagian dari salah satu usaha, dimana nanti hasilnya selain untuk meningkatkan kesejahteraan guru juga untuk membackup operasional dan pengembangan sekolah.

“Hari ini dari pengawas juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMK Kesehatan Purworejo, dihadiri guru-guru produktif yang mengajar di kelas X,” terang Nuryadin.

Ari Tiasadi, selaku Ketua Yayasan Bina Tani Bagelen mengucapkan selamat kepada SMK Kesehatan Purworejo atas keberhasilannya menjadi SMK PK (Pusat Keunggulan), dan itu sudah diimplementasikan pada kegiatan sehari-harinya dengan melaksanakan pembelajaran Kurikulum Merdeka.

“Selamat juga atas berdirinya TeFa Sehati. Pendidikan sekarang ini bukan hanya belajar di bangku, kemudian mencatat dan menulis tapi juga mengimplementasikan ke luar kepada masyarakat, bahwa kegiatan usaha itu harus ada,” ujar Ari.

Bahwa kegiatan usaha itu, kata Ari, tidak harus menghasilkan produk tapi juga bisa menghasilkan jasa, dan ini sudah dilaksanakan di SMK Kesehatan Purworejo.

“Mudah-mudahan juga ini menjadi menarik bagi masyarakat dan bisa menjadi berkembang bahkan bisa menjadi pilot project-nya di Purworejo atau bagi masyarakat yang lain, bahwa masih banyak sisi-sisi yang bisa dimanfaatkan di masyarakat untuk menjadi kegiatan yang menghasilkan,” kata Ari.

Achmad Chamdani, selaku pengawas menyampaikan, bahwa di SMK Kesehatan Purworejo yang ditunjuk menjadi SMK PK, pelaksanaan kurikulum merdeka sudah bisa berjalan lancar dan sukses.

“Tentunya nanti SMK PK ini bisa memberi contoh SMK yang lain dan bisa mengimbaskan SMK yang lain yang tidak PK,” kata Chamdani.

Untuk TeFa, menurut Chamdani, bagi SMK PK itu hal yang wajib. Dia berharap, TeFa Sehati SMK Kesehatan Purworejo bisa berjalan lancar sehingga bisa menambah income untuk sekolah, karena TeFa itu hampir sama dengan industri atau dunia usaha di sekolah, tapi pelakunya siswa.

“Harapannya dengan adanya TeFa, bisa menjadi sarana untuk belajar siswa, dan tamatannya langsung terserap di dunia usaha dunia industri,” pungkas Chamdani. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS