Tarian Massal Kuda Lumping Menandai Grebeg Jathilan

    


Ribuan penari kuda lumping, menari bersama dalam Grebeg Jathilan, Minggu sore (2/9) di alun-alun Purwodadi - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ribuan penari kuda lumping dari anak-anak SD, SMP dan SMA se Kecamatan Purwodadi, Purworejo, menari bersama dalam alunan musik tradisional kuda lumping, Minggu sore (2/9), di alun-alun Purwodadi.

Penari sejumlah 2.020 itu, berkolaborasi dengan grup kuda lumping lokal. Mereka menari bersama penuh kegembiraan, dalam Grebeg Jathilan.

Ada yang unik dari pertunjukan tarian kolosal ini. Para penarinya, menggunakan kuda lumping dari pelepah pisang, dengan bermahkota daun nangka, dengan kostum yang sangat sederhana.

Sebelum tarian massal dimainkan, sebuah kuda lumping raksasa yang terbuat dari anyaman bambu diarak keliling kampung, dengan mengambil start dari perempatan Purwodadi. Ribuan penari jathilan juga ikut mengiringi.

Pertunjukan tarian kuda lumping massal ini, dihadiri oleh Bupati Purworejo Agus Bastian. Ribuan warga yang sejak siang sudah memadati alun-alun Purwodadi, tampak antusias menyaksikannya.

“Grebeg Jathilan ini untuk melestarikan budaya, sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 73, juga menyambut Romansa Purworejo 2020. Itulah kenapa jumlah penarinya ada 2.020,” ujar Heri Raharjo, Camat Purwodadi, di sela-sela kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purworejo Agus Bastian menyampaikan, jumlah 2020 ini menunjukkan kesiapan Kecamatan Purwodadi dalam menyongsong Romansa Purworejo 2020.

“Bahkan apabila didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI), bukan tidak mungkin acara ini bisa mendapatkan rekor MURI, karena banyaknya penari jathilan yang ikut ambil bagian dalam Grebeg Jathilan ini,” ujar Agus Bastian.

Menurut bupati, saat ini ada beberapa isu aktual yang menjadi peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat di Kabupaten Purworejo, yakni, dilaksanakannya megaproyek bandara internasional New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo, pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, serta pembangunan Bendung Bener.

Menghadapi momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo beberapa waktu lalu sudah me-launching branding pariwisata Purworejo, ‘Romansa Purworejo – Tahun Kunjungan Wisata 2020’.

Melalui branding tersebut, bupati berharap masyarakat Kabupaten Purworejo mampu menangkap peluang yang ada, dengan mengeksplorasi berbagai potensi yang ada, terutama potensi pariwisata.

“Terlebih untuk Kecamatan Purwodadi dan sekitarnya, yang wilayahnya sangat bersinggungan dengan proyek-proyek nasional tersebut,” pungkas bupati, yang sangat mengapresiasi kegiatan Grebeg Jathilan tersebut. (Jon)