Tari Bedayan Tjokronegoro Meriahkan Peringatan Jumenengan Tjokronegoro I

    


Pementasan tarian sakral Bedayan Tjokronegoro, dalam peringatan Jumenengan Tjokronegoro I, Selasa malam (27/2), di pendopo Kabupaten Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Peringatan Jumenengan RAA Tjokronegoro I sebagai Bupati Purworejo, Selasa (27/2) malam, berlangsung meriah. Ribuan masyarakat Purworejo, tampak antusias menikmati pagelaran yang berlangsung setiap tahun di pendopo agung kabupaten itu.

Serangkaian kegiatan, masuk dalam agenda jumenengan. Ada pentas kuda lumping, pentas topeng ireng, fashion show (lomba busana batik), serta seminar kearispan (1/3). Semua kegiatan tersebut, dilaksanakan di kompleks pendopo Kabupaten Purworejo.

Peringatan jumenengan kali ini, tampak lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Diawali dengan ziarah ke makam empat mantan Bupati Purworejo yang ada di Desa Bulus, Kecamatan Gebang dan Kayulawang, Kelurahan Mudalrejo, Kecamatan Purworejo, sehari sebelumnya.

“Sebagai puncak peringatan, ada pementasan tarian sakral Bedayan Tjokronegoro. Tarian ini hanya dipentaskan setahun sekali saat peringatan jumenengan,” jelas Agung Wibowo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Di hadapan Bupati Purworejo Agus Bastian, Wabup Yuli Hastuti, serta para tamu undangan dan penonton umum, para penari Bedayan Tjokronegoro tampil memukau. Suasana sakral dan mistis, tampak mengiringi selama pementasan.

Usai pementasan tari Bedayan Tjokronegoro, dilanjutkan dengan pementasan tarian kontemporer Tari Lawung Jajar
( sebagai apresiasi budaya ), dan Greged lan Gumregah, dengan mengangkat potensi yang ada di Purworejo.

“Peringatan jumenengan digelar sebagai wujud penghormatan kepada leluhur yang telah berjasa kepada Purworejo,” ujar Agung. (Jon)