Targetkan Wajib Belajar 12 Tahun, Koster Akan Keluarkan Pergub atau Perda

    


Rapat koordinasi pemenuhan kebutuhan program wajib belajar 12 tahun dan penerimaan peserta Didik baru (PPDB) tahun 2019 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Untuk mencapai target wajib belajar 12 tahun di Bali, Gubernur Bali Wayan Koster akan mendorong terpenuhinya akses bagi para siswa.

Hal ini disampaikan saat memberi sambutan pada acara Rapat Koordinasi Pemenuhan Kebutuhan Program Wajib Belajar 12 Tahun dan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2019 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa, 19 Maret 2019.

“Prioritas saya adalah meningkatkan akses, mutu dan daya saing pendidikan kita,” tambah Koster.

Dalam konteks untuk mencapai wajib belajar 12 tahun, ia akan mendorong agar akses tercapai dengan mengeluarkan Perda atau Pergub.

Saat ini, menurut Koster, yang melanjutkan pendidikan SMA/SMK di Bali sudah lebih dari 70 persen. Ia menilai sangat mungkin untuk mencapai target 100 persen dengan menggenjot puluhan ribu lulusan SMP untuk menamatkan pendidikan setingkat SMA/SMK.

“Penambahan sekolah atau ruang baru sepanjang tanahnya ada, kita akan bangun,” katanya.

Terkait PPDB, Gubernur berpesan jangan sampai terjadi kekisruhan. Pihaknya, siap menerbitkan peraturan yang sesuai dengan situasi di Bali.

“Kalau kira-kira (aturan dari Pusat) tidak cocok, kita bikin aturan sendiri,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Wayan Sugiada menambahkan partisipasi siswa sekolah di Bali sudah baik.

Indikatornya, Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK Provinsi Bali Tahun Ajaran 2017/2018 adalah 73,15 persen. Sementara Angka Partisipasi Sekolah (APS) pada tingkat umur 7-12 tahun sebesar 102,16 persen, kemudian umur 12-15 tahun sebesar 104,89 persen dan usia 16-18 tahun 82,35 persen. (*)