Target Selesai Underpass Ngurah Rai Dipercepat Hingga Agustus Tahun ini

    


Kemenkeu-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendesak pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Bali, selesai lebih cepat dari yang ditargetkan - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kemenkeu-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendesak pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Bali, selesai lebih cepat dari yang ditargetkan. Progress pembangunan underpass seharusnya selesai pada September 2018 namun ditargetkan pada Agustus 2018 sudah rampung.

“Underpass ini dibangun bertujuan mengurangi kemacetan di Kota Denpasar serta mendukung pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) tahun 2018,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018.

Dikatakan Hadimuljono, percepatan sifatnya urgen, mengingat lokasi di lokasi tersebut menjadi simpul kemacetan. Arus lalu lintas dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, Tol Bali Mandara, dan Kota Denpasar menuju kawasan wisata Nusa Dua dan sekitarnya, bertemu dalam satu simpul.

Sementara, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII, I Ketut Darmawahana menambahkan, tantangan pembangunan underpass Ngurah Rai karena lokasinya berdekatan dengan bandara.

“Tidak dapat menggunakan peralatan konstruksi yang terlalu tinggi. Dikhawatirkan mengganggu pesawat yang akan terbang dan mendarat,” terang Ketut Darmawahana.

Underpass simpang tugu Ngurah Rai memiliki panjang 712 meter, lebar 17 meter, dan tinggi 5,2 meter. Pembangunan underpass membutuhkan biaya APBN senilai Rp 168,3 miliar. (*)