Tak Ada Manifest Penumpang, Pendataan Korban KM Sinar Bangun Temui Kendala

    


Upaya evakuasi terhadap korban selamat dalam musibah KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Senin, 18 Juni 2018 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pencarian terhadap korban Kapal Penumpang Kayu KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, masih terus dilakukan.

Data sementara berdasarkan aduan keluarga penumpang, masih ada 94 orang belum ditemukan. Sementara, korban selamat dalam kejadian itu ada 18 orang dan 1 orang meninggal dunia atas nama Tri Suci Hadayani (24), warga Aceh Tamiang.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menyatakan, personil Polres Samosir beserta tim dari Satpol PP Kabupaten Samosir berhasil menemukan sebuah tas berwarna hitam berikut 1 unit telepon genggam beserta KTP atas nama Maya Oktaviani asal Binjai. Identitas itu diduga sebagai salah seorang penumpang Kapal.

“Dalam penyisiran di lokasi kejadian ditemukan beberapa barang yang diduga milik penumpang kapal KM Sinar Bangun,” jelas Setyo Wasisto.

sampai saat ini, upaya pencarian terhadap penumpang Kapal yang hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan TNI/Polri, Basarnas BPBD Kabupaten Samosir dan Kabupaten Simalungun serta dari Pemkab Samosir. Upaya pencarian korban menggunakan kapal kayu milik Organisasi Perkapalan Simanindo (OPS) sebanyak 3 unit dan KMP Sumut I.

Dalam mendata jumlah penumpang, tim menemui kendala yang disebabkan oleh tidak adanya daftar manifest penumpang kapal KM. Sinar Bangun. Diperkirakan, pihak keluarga korban akan terus bertambah dalam menyampaikan laporannya ke Posko DVI Propsu.

“Cuaca dan ombak menjadi kendala dalam pencarian para korban yang hilang,” ujar Setyo Wasisto. (*)